Rektor Universitas Indonesia Ingatkan Tiga Hal pada Maba 2026, Mulai dari Pengetahuan hingga Kekuatan
- istimewa
Siap – Sebanyak 14.471 mahasiswa baru (maba) Universitas Indonesia (UI) menjalani Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026.
Mereka mendapatkan banyak pembekalan dari sejumlah tokoh dan alumni yang sudah sukses.
Tak ketinggalan, Rektor Universitas Indonesia, Prof. Heri Hermansyah juga memberikan motivasi pada maba yang hadir dalam rangkaian PKKMB UI 2026 di Gedung Balairung.
"Universitas ini, kalau bagi saya yang dari daerah, ibarat surga karena segala ada untuk belajar, berkawan, hingga mendapatkan jodoh," kata Heri dalam sambutannya di hadapan ribuan maba UI, Selasa (4/8/2026).
Heri mengingatkan besarnya potensi jejaring pertemanan yang mereka miliki sejak hari pertama kuliah di Universitas Indonesia.
Mereka diingatkan untuk cermat melihat peluang berinteraksi dengan total 70.000 mahasiswa dari berbagai angkatan sebagai modal sosial di masa depan.
"Satu angkatan saja ada 10.000 orang, artinya kalian punya pasukan 10.000 orang untuk saling bekerja sama dan bahu-membahu," ujarnya.
Tak lupa, rektor juga membagikan tiga bekal utama yang wajib dibangun mahasiswa, yakni mengisi kepala, hati, dan tangan.
"Pertama, isilah kepala kalian dengan ilmu pengetahuan untuk mendalami bidang masing-masing serta melatih kemampuan berpikir kritis berbasis bukti," tuturnya.
Peserta PKKMB UI 2026 juga mencatat pesan mendalam tentang pentingnya menjaga integritas, kejujuran, dan ketangguhan mental di tengah tekanan perkuliahan.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang kritis tidak hanya datang membawa jawaban, tetapi juga berani mengajukan pertanyaan yang tepat terhadap persoalan di sekitarnya.
"Ketiga, isi tangan dengan kekuatan dengan cara menjaga kesehatan tubuh serta menunjukkan kesediaan untuk bekerja nyata," tegasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, mengatakan bahwa kampus memegang peranan yang sangat strategis bersama pemerintah untuk menyiapkan Generasi Z menghadapi Indonesia Emas 2045.
Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter yang tangguh di samping mengasah kemampuan akademis mahasiswa.
"Karena Gen Z hari ini kan pemimpin di 2045 dan mereka juga akan membawa kita ke sana," katanya.
"Titik tekan saya adalah bukan hanya dalam dimensi kompetensi, tapi dalam dimensi karakter, bagaimana menyiapkan Gen Z di kampus hari ini menjadi petarung masa depan," sambungnya.