Iran Dinilai Masih Mampu Bertahan dari Gempuran AS, Trump Mulai Kehabisan Cara?
- Istimewa
Siap – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinilai menghadapi tekanan yang semakin besar di tengah konflik berkepanjangan dengan Iran.
Di saat Washington terus berupaya menunjukkan keberhasilan operasi militernya, sejumlah pengamat menilai Teheran justru masih mampu mempertahankan daya tahannya dan terus memberikan balasan terhadap setiap serangan.
Mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, menilai pembahasan yang tepat bukanlah apakah Iran mampu menghancurkan Amerika Serikat, melainkan sejauh mana Republik Islam itu sanggup memberikan respons terhadap setiap aksi militer Washington.
"Karena Iran tidak pernah menyerang yang ada dia bertahan dan membalas. Itulah bentuk perlawanannya," ujar Dian, dikutip dari kanal YouTube tvOne, Senin, 3 Agustus 2026.
Menurut Dian, perkembangan konflik saat ini menunjukkan Donald Trump berada di bawah tekanan waktu, terutama karena harus memenuhi ekspektasi politik di dalam negeri Amerika Serikat.
Ia menilai Trump dituntut membuktikan bahwa operasi militer terhadap Iran membuahkan hasil, terlebih setelah sebelumnya menjanjikan konflik tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Karena dia harus bisa menunjukkan perang ini dimenangi. Itu ambisi dia Amerika. Karena janjinya dia dari pertama akan menghancurkan Iran dalam seminggu, 2 minggu yang sampai sekarang ternyata tidak terbukti," kata Dian.
Ia berpendapat, kemampuan Iran bertahan dari serangan udara besar-besaran menjadi salah satu faktor yang membuat Washington menghadapi kesulitan mencapai target militernya.
Menurutnya, meski kekuatan udara dan laut Amerika Serikat telah dikerahkan, Teheran belum menunjukkan tanda-tanda menyerah.
Dian juga menilai opsi pengerahan pasukan darat akan menjadi pilihan yang sangat berisiko bagi Amerika Serikat.
Menurutnya, Washington kini hanya memiliki sedikit alternatif apabila ingin membuktikan bahwa fasilitas nuklir Iran benar-benar berhasil dihancurkan.
"Tinggal satu alternatif yang bisa digunakan untuk membuktikan situs-situs nuklirnya Iran hancur karena serangan yang tahun lalu hanya merusak, dan yang dirusak hanya satu yang agak parah, dua lainnya tetap bisa beroperasi."
Ia menyebut salah satu sasaran utama Amerika Serikat adalah fasilitas nuklir di Isfahan.
Namun, menurutnya, operasi tersebut belum memberikan hasil seperti yang diharapkan.