AS Mendadak Batalkan Opsi Serangan Besar, Iran Tak Puas: Trump Pembual

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Presiden AS, Donald Trump secara tiba-tiba membatalkan operasi besar-besaran terhadap Iran. Lantas apa yang membuat Washington batal melancarkan serangan terhadap Teheran

img_title Suasana Makin Tegang, Iran Tantang AS Bertempur Langsung

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, serangan besar Amerika Serikat ke Iran dikabarkan sudah di depan mata. 

Bahkan, AS dan Israel disebut tengah menyiapkan salah satu kampanye pengeboman paling intensif terhadap Republik Islam tersebut. 

img_title Presiden Iran Tantang Militer Amerika Perang Tatap Muka: Jangan Cuma Berani dengan Sipil

Namun tiba-tiba Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa serangan tersebut dibatalkan. 

Lantas apa yang membuat Trump mendadak mengubah sikap? 

img_title Iran Keluarkan Tantangan Berani ke AS, Ketegangan Timur Tengah Makin Panas

Apakah ia benar-benar ingin membuka jalan bagi diplomasi atau justru sedang menunggu Teheran mengambil langkah berikutnya? 

Lalu apakah pembatalan ini benar-benar berarti perang akan berakhir? 

Dalam unggahannya di Truth Sosial pada Sabtu 1 Agustus 2026, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah membatalkan serangan terhadap Republik Islam. 

Namun keputusan tersebut ternyata memiliki syarat. Trump menginginkan kesepakatan dengan Teheran segera dicapai.

Menurut Trump, Iran dan sejumlah negara lain di Timur Tengah sebelumnya meminta Amerika Serikat untuk menunda serangan. 

Ia juga mengatakan sejumlah batasan dalam kesepakatan disebut sudah disetujui, tetapi klaim tersebut langsung dibantah oleh Teheran. 

Kantor berita Maher News menyebut, Teheran tidak pernah meminta Amerika Serikat menunda aksi militer.

Ilustrasi Presiden AS Donald Trump soal Iran

Photo :
  • Istimewa

Pejabat militer dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan, bahwa mereka tidak pernah mengirimkan permintaan kepada AS maupun negara-negara tetangga untuk menunda atau membatalkan serangan tersebut

Media tersebut bahkan menilai klaim Trump sebagai kebohongan baru. 

Artinya sejak awal sudah terlihat bahwa Washington dan Teheran memiliki versi yang berbeda mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik pembatalan serangan tersebut.

Pembatalan serangan ini terjadi setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang merencanakan serangan baru yang jauh lebih intensif terhadap Republik Islam.

Menurut laporan media Amerika Serikat, rencana tersebut dibahas dalam rapat kabinet Trump pada Jumat. 

Serangan yang dipersiapkan disebut dapat menyasar infrastruktur energi Iran. 

Jika benar terjadi, serangan seperti ini berpotensi menimbulkan dampak besar bukan hanya bagi Teheran, tetapi juga terhadap stabilitas kawasan dan pasar energi dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title