Bukan Sekadar Peringatan, Iran Isyaratkan Balasan Besar untuk Amerika Serikat

Potret ilustrasi perang Iran dan Amerika Serikat (AS) yang terus berlanjut.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran melontarkan peringatan keras kepada Washington agar tidak melancarkan operasi militer baru.

img_title Iran Hancurkan Markas AS, Pengakuan Pejabat Pentagon Bikin Geger

Pemerintah Iran menegaskan siap memberikan balasan jika ancaman serangan lanjutan yang disampaikan Presiden AS Donald Trump benar-benar diwujudkan.

Peringatan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam serangkaian pembicaraan via telepon dengan sejumlah pejabat tinggi dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

img_title Rusia dan China Kompak Bela Iran, AS dan Sekutunya Naik Pitam

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, hanya beberapa saat setelah militer Kuwait mengklaim berhasil mencegat sejumlah drone yang disebut mengarah ke fasilitas-fasilitas strategis di negaranya.

Dalam berbagai pembicaraan tersebut, Araqchi menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak akan tinggal diam apabila menjadi sasaran serangan baru.

img_title Pengakuan Jujur Petinggi Militer AS Akui Markasnya Bertubi-tubi Dihantam Iran: Dampaknya Sungguh Dahsyat

Ia menyatakan setiap bentuk agresi terhadap negaranya akan dibalas dengan tindakan yang dianggap setimpal.

Saat berbicara dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir dan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Araqchi menyoroti potensi dampak serius terhadap stabilitas kawasan jika konflik terus meningkat.

Melalui akun Telegram resminya, Araqchi menyampaikan bahwa Iran siap merespons secara tegas setiap tindakan militer maupun langkah yang dinilai mengganggu keamanan regional.

Pesan serupa juga disampaikan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. 

Dalam percakapan tersebut, Araqchi memperingatkan bahwa setiap serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel, ataupun keterlibatan negara-negara lain dalam operasi tersebut, akan memperoleh balasan yang sepadan dari Teheran.

Ketegangan semakin meningkat setelah Nournews, media yang memiliki kedekatan dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, menerbitkan peringatan keras terkait kemungkinan eskalasi konflik.

Media tersebut menyebut apabila Amerika Serikat menyerang fasilitas energi Iran, maka Teheran dapat membalas dengan menargetkan infrastruktur energi strategis di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Israel.

Dalam laporannya, Nournews bahkan menyebut seluruh fasilitas tersebut berpotensi "dibakar hingga menjadi abu" apabila konflik berubah menjadi perang yang lebih luas.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengaku jalur diplomasi dengan Iran masih belum sepenuhnya tertutup.

Halaman Selanjutnya
img_title