Siaga Satu! Kedubes Amerika Mendesak Warganya Angkat Kaki dari Timur Tengah, Perang Terbuka AS-Iran Dimulai?
- Istimewa
Siap –Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah meroket ke level krusial.
Amerika Serikat (AS) bersama Israel dilaporkan tengah menyelesaikan persiapan akhir untuk meluncurkan kampanye pengeboman besar-besaran yang menyasar infrastruktur energi vital milik Iran.
Serangan udara berskala besar ini diproyeksikan bakal menargetkan pembangkit listrik, kilang minyak, hingga fasilitas pengelolaan gas utama Tehran.
Menanggapi potensi eskalasi militer yang tidak terduga ini, Kedutaan Besar AS di sejumlah ibu kota strategis Timur Tengah langsung mengeluarkan peringatan keamanan tingkat tinggi.
Warga negara Amerika Serikat yang berada di kawasan tersebut didesak untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera bersiap meninggalkan wilayah konflik secepatnya.
"Warga Amerika di wilayah ini harus mempertimbangkan untuk meninggalkan wilayah ini, atau bersiap untuk meninggalkan wilayah ini jika terjadi eskalasi," demikian bunyi peringatan keamanan resmi yang diunggah oleh misi diplomatik AS di Amman, Yerusalem, Muscat, Baghdad, hingga Beirut.
Pesan tegas tersebut turut meminta warga AS untuk terus memantau status penerbangan komersial dan mematuhi arahan otoritas setempat.
Gangguan logistik dan transportasi udara diperkirakan akan terjadi secara masif dalam beberapa hari ke depan menyusul potensi penutupan ruang udara di kawasan tersebut.
"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara secara berkala, dan potensi gangguan perjalanan," lanjut peringatan tersebut, yang dikutip The New Arab, Minggu (2/8/2026).
Situasi di lapangan kian memburu setelah warga Amerika di Yordania dilarang mendekati pangkalan militer AS setempat yang sempat dihantam serangan rudal Iran.
Di Israel, warga diminta mengidentifikasi lokasi bunker perlindungan bom terdekat. Perwakilan diplomatik AS menilai potensi bahaya semakin sulit diprediksi pasca perluasan jangkauan gempuran Tehran.
"Rezim Iran tidak dapat diprediksi, seperti yang terlihat dari keputusan-keputusan terbarunya untuk menyerang wilayah-wilayah di kawasan tersebut tanpa peringatan atau provokasi serta untuk memperluas serangan ke wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak menjadi sasaran (seperti Mesir)," ungkap unggahan resmi Kedutaan Besar AS di Yerusalem.
Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Beirut memosisikan status operasional mereka dalam "status keberangkatan yang diperintahkan". Artinya, seluruh personel non-darurat pemerintah AS beserta keluarganya telah dievakuasi keluar dari Lebanon secara bergelombang.