Trump Mulai Ragu? Pengakuannya tentang Ketangguhan Iran Jadi Sorotan

Potret ilustrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Iran masih menjadi lawan yang sulit ditaklukkan meski tekanan militer terhadap Teheran terus ditingkatkan.

img_title AS Ngos-ngosan Hadapi Perang Iran, Temuan Pentagon Bertolak Belakang dengan Klaim Trump, Nah Loh

Di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah, Trump menilai Republik Islam tetap menunjukkan daya tahan yang tidak bisa dianggap remeh.

Mengutip kanal YouTube Kompas, Trump mengatakan Iran masih memiliki kemampuan untuk memberikan perlawanan meskipun menurutnya kekuatan militer negara tersebut perlahan mengalami penurunan.

img_title Tak Banyak Diketahui, Begini Operasi Nekat AS di Dalam Wilayah Iran

Dalam sesi tanya jawab bersama wartawan, Presiden AS itu menyebut Teheran belum memperlihatkan tanda-tanda akan menyerah meski terus berada di bawah tekanan.

"Yah, Anda tidak pernah tahu. Lihat, maksud saya, kebanyakan orang pasti sudah menyerah saat itu. Anda tahu, mereka tidak punya angkatan laut. Mereka tidak punya angkatan udara. Kebanyakan orang pasti sudah menyerah, tapi mereka tidak," katanya.

img_title Misteri Pilot F-15 AS di Iran: Nama Disamarkan Wajah Malah Terpampang Jelas TV, Pentagon Kebobolan?

Trump bahkan memberikan pengakuan terhadap ketangguhan Iran dalam menghadapi situasi yang sedang berlangsung.

"Jadi saya memberi mereka penghargaan untuk itu. Maksud saya, mereka dikenal sebagai orang yang tangguh. Mereka memang tangguh," sambungnya.

Di sisi lain, Trump mengungkapkan pemerintahannya masih membuka jalur komunikasi dengan Teheran melalui sejumlah pejabat senior.

Namun, ia menilai proses diplomasi kerap mengalami hambatan karena Iran disebut tidak konsisten terhadap hasil pembahasan yang telah disepakati.

Trump mengaku mulai kehilangan kepercayaan setelah Teheran diduga meluncurkan lima rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania ketika proses negosiasi masih berlangsung.

Menurutnya, utusan khusus Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, hingga Wakil Presiden JD Vance ikut terlibat dalam upaya diplomasi tersebut.

Meski demikian, Trump menilai Iran berulang kali mengingkari komitmen yang telah dibahas dalam perundingan.

"Yah, mereka selalu ingin berbicara, tetapi mereka sering mengingkari janji. Steve sedangkan berbicara, Jared. Kita memiliki orang-orang yang sangat baik. JD terlibat, sangat terlibat. Kita memiliki orang-orang hebat yang berbicara. Marco terlibat," tuturnya.

Sementara itu, rencana Trump memperluas operasi militer terhadap Iran selama 10 hingga 14 hari juga memicu perdebatan di kalangan petinggi militer Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya
img_title