Jenderal Tempur Iran Ultimatum Negara yang Jadi Tameng AS: Menyingkir atau Kalian Masuk dalam Api Perang!

Ilustrasi jenderal perang Iran terkait serangan Amerika
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi memperingatkan negara mana pun yang memihak AS, atau membiarkan dirinya menjadi tameng bagi Washington akan menghadapi konsekuensi perang. 

img_title Iran Bidik Titik Lemah Trump, Konflik Diprediksi Terus Berlanjut

Terkait hal itu, ia juga mengingatkan negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah untuk mempertimbangkan kembali kerja sama dengan AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Mayor Jenderal Ali Abdollahi saat menyinggung tindakan AS baru-baru ini di kawasan Teluk. 

img_title Teheran Perluas Strategi Hadapi Amerika, Selat Hormuz Jadi Kunci Tekanan Iran

Menurutnya, AS sedang mempercepat langkah menempuh jalan provokasi perang yang meluas dalam konflik regional.

Ia menggambarkan pendekatan tersebut sebagai hasil dari strategi berbahaya yang bertujuan untuk ekspansi dan dominasi tidak sah di seluruh kawasan.

img_title Iran Tebar Ancaman Baru di Yordania, Intelijen AS Ketar-Ketir Serangan Iran Kian Ganas

"Amerika yang kriminal telah menunjukkan—dalam konflik terkini melawan Iran—bahwa demi mengejar tujuan dan sasaran jahatnya, mereka tidak akan segan melakukan tindakan keji atau destruktif apa pun terhadap kepentingan dan sumber daya bangsa-bangsa Muslim," katanya dikutip dari kantor berita resmi Iran, Tasnim News pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Rudal bawah tanah Iran siap diaktifkan

Photo :
  • Istimewa

Lebih lanjut Abdollahi mengatakan, bahwa negara-negara Muslim di kawasan Teluk harus menyadari bahwa AS sedang mengeksploitasi modal, kekayaan, infrastruktur vital, dan sumber daya strategis mereka sebagai tameng pertahanan bagi militernya yang sudah melemah. 

Ia juga menegaskan, bahwa Iran telah membuktikan keseimbangan kekuatan di kawasan tidak lagi mengikuti dinamika seperti sebelumnya.

Abdollahi berpendapat, kegagalan AS dalam mencapai tujuan agresif dan tidak sahnya terhadap Republik Islam telah memaksa militer Amerika untuk melakukan agresi dari balik parit pertahanan negara-negara Muslim. 

Abdollahi juga menuding, AS melimpahkan beban biaya perang kepada pemerintah-pemerintah di kawasan tersebut.

Mayor Jenderal Abdollahi mengatakan, bahwa Republik Islam memperjelas posisinya, dengan menyatakan bahwa negara-negara Muslim harus bertindak dengan bijaksana, memantau dengan cermat kejahatan Amerika, dan mempertimbangkan kembali kerja sama atau aliansi apa pun dengan Washington.

"Jika tidak, negara mana pun yang menjadikan dirinya sebagai perisai pertahanan bagi Amerika yang kriminal dan agresor akan terbakar dalam api perang."

Trump Akui Iran Tangguh

Presiden AS Donald Trump mengakui, Republik Islam adalah lawan yang tak bisa disepelekan. Menurutnya, negara tersebut terlalu tangguh. 

Halaman Selanjutnya
img_title