Trump Ancam Gempur Iran Sampai Minta Ampun! Teheran: Peti Mati Sudah Siap Menyambut Militer Amerika!
- Gemini AI
Siap –Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berada di titik nadir.
Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam akan melancarkan serangan berskala lebih besar terhadap Teheran, di tengah laporan media lokal mengenai rencana operasi militer baru yang membidik infrastruktur energi vital Iran.
Dalam rapat kabinet yang dipimpinnya di Camp David, Maryland, Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan mengendurkan tekanan.
Pihaknya siap menggempur Iran hingga negara tersebut bertekuk lutut.
“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras, dan pada akhirnya mereka akan berkata, ‘Kami sudah tidak sanggup lagi," tegas Trump.
Target Strategis: Kilang Minyak hingga Pembangkit Listrik
Disitat dariblaporan The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah pejabat AS, Trump telah memobilisasi persiapan operasi militer baru untuk memaksa Teheran menyerah.
Operasi berskala besar tersebut disinyalir berpotensi dimulai paling cepat pada akhir pekan ini. Laporan senada turut diungkapkan oleh CBS News.
Media tersebut menyebut AS dan Israel tengah mengoordinasikan serangan terarah ke berbagai target strategis Iran, seperti kilang minyak, pembangkit listrik, hingga fasilitas di sektor energi.
Meski pembahasan operasi terus dimatangkan, CBS News mencatat bahwa Trump hingga kini belum memberikan persetujuan akhir.
Langkah ini menyusul pertemuan intensif antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Donald Trump, dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Gedung Putih beberapa hari lalu.
Iran Membalas: Era "Hit and Run" Sudah Berakhir!
Pemerintah dan militer Iran merespons ancaman tersebut dengan nada sangat keras. Panglima Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, melayangkan peringatan tegas kepada Washington dan para sekutunya.
Dalam keterangannya kepada kantor berita IRNA, Abdollahi menyatakan bahwa AS seharusnya sadar akan risiko fatal jika nekat kembali menggempur wilayah Iran.
“Amerika dan para tentara bayarannya kini telah menyadari jauh di lubuk hati mereka bahwa peti mati merupakan bagian dari perlengkapan militer mereka di kawasan ini,” ujar Abdollahi.
Ia juga mengutip kembali ketegasan mendiang Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei.