Pesan Iran Kali Ini Bikin Jalur Paling Sibuk di Dunia Makin Mencekam, AS Kena Peringatan Keras
- Gemini AI
Siap – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran kembali mengeluarkan pernyataan keras terkait situasi di Selat Hormuz.
Pasukan elite Teheran menegaskan jalur pelayaran strategis itu belum akan dibuka selama Amerika Serikat masih melakukan ancaman dan campur tangan terhadap aktivitas maritim di kawasan.
Mengutip Anadolu Agency pada Sabtu, 1 Agustus 2026, IRGC menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan apabila para pejabat Amerika Serikat masih melontarkan ancaman dan terus mencampuri pergerakan kapal di wilayah tersebut.
"Selat Hormuz tidak dapat dibuka kembali selama retorika dan ancaman para pejabat Amerika Serikat serta campur tangan mereka dalam pergerakan maritim di kawasan terus berlanjut," demikian pernyataan IRGC.
Pasukan elite Iran itu juga memperingatkan bahwa tekanan dan intervensi yang terus dilakukan Washington hanya akan membuat situasi di kawasan semakin rumit dan meningkatkan risiko eskalasi konflik.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC mengklaim terdapat dua kapal tanker minyak yang bergerak dengan arahan pesawat militer Amerika Serikat mencoba melintasi jalur yang mereka sebut sebagai rute tidak aman di sisi selatan Selat Hormuz pada malam hari.
Menurut IRGC, upaya tersebut tidak berlanjut setelah salah satu kapal tanker mengalami kebakaran besar. Kedua kapal disebut akhirnya memutuskan berbalik arah.
Iran juga kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut IRGC dan tidak akan membiarkan pihak asing mencampuri urusan keamanan di kawasan.
"Selat Hormuz adalah wilayah kami, dan Angkatan Laut IRGC mengendalikannya dengan tegas," bunyi pernyataan tersebut, seraya menambahkan bahwa tidak ada kekuatan asing yang datang dari "ribuan kilometer jauhnya" yang akan diizinkan mengintervensi kawasan itu.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan gelombang serangan besar terhadap sejumlah target di Iran sebagai respons atas dugaan serangan rudal yang mengarah ke pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Meningkatnya aksi saling balas antara Washington dan Teheran membuat Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia.
Jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling penting, sehingga setiap peningkatan ketegangan di kawasan berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan perdagangan energi global.