Muak Perang dengan Iran, Senat AS Rapatkan Barisan Lawan Donald Trump
- Istimewa
Siap – Sejumlah anggota Senat Amerika Serikat tengah berusaha keras untuk menghentikan ambisi perang Presiden AS, Donald Trump terhadap Iran.
Dilansir dari kanal YouTube tv One, terkait hal itu Senat AS dijadwalkan menggelar sidang pada pukul 15.30 GMT atau 11.30 Waktu Timur untuk membahas rancangan terbaru resolusi kekuatan perang (War Powers Resolution).
Aturan ini bertujuan membatasi kewenangan Presiden AS dalam melanjutkan konflik dengan Republik Islam Iran tanpa persetujuan resmi dari kongres.
Melalui resolusi tersebut, Presiden Donald Trump akan diwajibkan menghentikan keterlibatan militer terhadap Teheran, Iran apabila belum memperoleh otorisasi kongres dalam bentuk deklarasi perang.
Upaya meloloskan resolusi ini menghadapi tantangan politik yang tidak mudah.
Mayoritas anggota Partai Demokrat mendukung pembatasan kewenangan Presiden Donald Trump terkait operasi militer.
Ilustrasi militer AS bersiap serang Iran
- Istimewa
Sementara sebagian besar anggota Partai Republik masih memberikan dukungan kepada Gedung Putih.
Meski demikian, dalam pemungutan suara sebelumnya terhadap rancangan serupa, beberapa senator dari Partai Republik memilih bergabung dengan Demokrat.
Namun jumlah tersebut belum cukup untuk mengubah hasil pemungutan suara maupun memaksa pemerintah mematuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kekuatan Perang 1973.
Nasib resolusi terbaru ini diperkirakan akan sangat bergantung pada sikap anggota Partai Republik.
Semakin banyak senator republik yang beralih mendukung usulan tersebut, semakin besar peluang resolusi disahkan dan membatasi kewenangan presiden dalam melanjutkan konflik dengan Teheran.
Elit Militer AS Terpecah
Ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk melakukan serangan 14 hari ke wilayah Republik Islam Iran menuai pro dan kontra di kalangan petinggi militer AS.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan serangan udara intensif terhadap Iran selama 10 hingga 14 hari.
Namun, dua elit militer Amerika Serikat justru dikabarkan tidak kompak akibat masalah stok amunisi.
Adapun rencana serangan terbaru ke Teheran ini menyusul gempuran rudal terhadap pasukan Amerika Serikat di Yordania pada Selasa, 28 Juli 2026.
Rencana itu untuk melumpuhkan kemampuan rudal Teheran secara signifikan.
Sebelumnya, dalam wawancara bersama Fox News, Trump juga telah mengisyaratkan peningkatan intensitas serangan dengan janji akan menghancurkan Iran secara habis-habisan.