PNJ Berkolaborasi dengan Prefektur Mie Buka Peluang Pelatihan Bahasa dan Program Magang ke Jepang
- istimewa
Siap – Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) secara resmi membuka kegiatan Opening Ceremony of the Japanese Language Education Program Training bersama Pemerintah Mie Prefecture, Jepang.
Acara yang dipandu oleh Duta PNJ, Nadiva Mecca ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pendidikan vokasi serta memperluas peluang karir internasional bagi para mahasiswa.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur PNJ, Syamsurizal beserta jajaran wakil direktur, perwakilan dari Mie Prefecture yaitu Head of the Disability Employment Promotion and Job Placement Division, Akira Yamada (Divisi Yamada), Representative Director of LIFE VISION Cooperative, Kikuchi Hirofumi, Managing Director, Yuki Takahashi, serta jenderal dan jajaran pimpinan Asosiasi Penyelenggara Pemagangan Indonesia (APPI), Hendra Bachtiar dan Ghani Walia.
Pembahasan kerja sama ini menegaskan bahwa program ini lebih teknis dan operasional sesuai dengan Ruang Lingkup Kerja Sama pada Pasal 2.
Kedua belah pihak menunjuk perwakilan di lingkungan masing-masing untuk saling berkoordinasi, membahas, mengkaji, dan mengusulkan kegiatan implementatif.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Mie Prefecture memberikan hibah program pelatihan bahasa Jepang bagi mahasiswa PNJ.
Dalam sambutan yang diwakili oleh Wakil Direktur PNJ, Rika, pihak kampus memberikan apresiasi dan motivasi mendalam bagi para peserta.
"Apresiasi setinggi-tingginya bagi semua pihak yang telah mewujudkan kegiatan ini. Bagi mahasiswa-mahasiswi yang mengikuti program ini, semoga dapat memanfaatkannya dengan baik. Semoga kegiatan ini membawa perkembangan bagi kedua belah negara," kata Rika, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, PNJ meluluskan sekitar 2.500 talenta terbaik setiap tahunnya dari 7 jurusan dan 1 Program Magister Terapan.
Penguasaan bahasa dan pemahaman budaya kerja merupakan kunci mutlak bagi mahasiswa untuk dapat bersaing di panggung global.
Dalam sambutannya, perwakilan Mie Prefecture, Akira Yamada, memaparkan berbagai potensi wilayahnya yang dikenal memiliki basis industri manufaktur kuat—termasuk raksasa otomotif seperti Honda dan Toyota—serta daya tarik wisata dunia dan sirkuit Internasional yang digunakan untuk ajang bergengsi Formula 1 (F1).
Akira Yamada mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 5.500 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Mie Prefecture, dengan 4.300 orang di antaranya aktif bekerja (menyumbang sekitar 10% dari total pekerja luar negeri di wilayah tersebut).