Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, Perang Terbuka Timur Tengah Pecah Lagi?

Potret ilustrasi konflik Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

Siap –Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dalam aksi yang disebut militer Amerika sebagai upaya "serangan kejutan."

img_title Iran: Tidak Ada Negosiasi Selama Syarat Kami Belum Dipenuhi AS

Pernyataan resmi Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi insiden mematikan yang terjadi di kawasan strategis tersebut.

Meski CENTCOM tidak mengidentifikasi secara rinci fasilitas yang diserang, seorang pejabat senior AS menyebutkan kepada Axios bahwa rudal-rudal tersebut menargetkan pangkalan Amerika di Yordania.

img_title Ujian Berat Garuda! Timnas Indonesia Ditantang Yordania di Amman Sebelum Piala Asia 2027

“Pada pukul 17.45 ET hari ini, pasukan Korps Garda Revolusi Islam meluncurkan beberapa rudal balistik dari Iran dalam upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah,” tulis pernyataan resmi komando AS tersebut.

Sistem Patriot Mengudara di Langit Yordania Merespons gempuran mendadak tersebut, sistem pertahanan udara Amerika Serikat langsung bekerja ekstra keras.

img_title Kepala Nuklir Iran Mendadak Pulang dan Batal Bicara di IAEA, Ada Apa?

CENTCOM mengklaim seluruh ancaman yang datang berhasil dinetralkan tanpa menimbulkan kerugian fatal.

Semua rudal yang datang telah berhasil dicegat, klaim CENTCOM, menambahkan pasukan Amerika tetap “waspada dan dalam keadaan siaga tinggi.”

Aktivitas militer yang intens ini terekam jelas oleh jaringan pemantau independen.

Beberapa video yang dibagikan oleh pelacak intelijen sumber terbuka tampaknya menunjukkan aktivitas pertahanan udara yang intens di Yordania, termasuk di dekat Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, dengan sistem Patriot AS dilaporkan terlibat dalam penanggulangan ancaman yang datang.

Insiden ini menjadi serangan rudal balistik pertama Iran yang dilaporkan terhadap fasilitas AS sejak Presiden Donald Trump menangguhkan serangan Amerika terhadap Republik Islam pada hari Jumat lalu.

Serangan Usai Pertemuan Rahasia Trump dan Netanyahu

Langkah agresif Teheran ini meluncur hanya beberapa jam setelah Trump mengadakan pertemuan tertutup dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.

Pembicaraan berlangsung sekitar 90 menit dan digambarkan Gedung Putih sebagai "positif dan produktif," meskipun hanya sedikit detail yang dirilis ke publik.

Sebelumnya, kondisi geopolitik sempat memberi sedikit ruang napas. Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Washington dan Teheran terlibat dalam negosiasi yang "sangat ramah," tetapi memperingatkan AS dapat kembali ke "aksi militer yang kuat" jika diplomasi gagal.

Halaman Selanjutnya
img_title