Iran Bongkar Senjata Rahasia yang Disebut Bikin Pertahanan AS Kewalahan
- Gemini AI
Siap – Gelombang serangan yang dilakukan Iran terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk disebut telah menghantam berbagai sistem pertahanan strategis Washington.
Berdasarkan laporan yang disiarkan kanal YouTube Kompas, konflik yang berlangsung selama dua pekan pada Juli 2026 disebut menjadi salah satu tantangan besar bagi keberadaan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkap sejumlah aset militer Amerika Serikat yang berhasil dinonaktifkan melalui rangkaian serangan presisi.
Dalam klaim tersebut, fasilitas militer AS yang berada di Kuwait, Bahrain, Yordania, hingga Oman disebut menjadi sasaran utama.
Serangan itu disebut tidak hanya menyasar bangunan atau infrastruktur biasa, tetapi langsung diarahkan terhadap sistem pengawasan dan pertahanan yang menjadi pendukung utama operasi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
IRGC menyatakan sejumlah perangkat strategis seperti radar peringatan dini, sistem pertahanan rudal Patriot, pusat komunikasi satelit, hingga pengendali maritim menjadi target dalam operasi tersebut.
Pada Selasa, 21 Juli 2026, Iran disebut memulai gelombang serangan yang menyasar jaringan pertahanan udara Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Mengutip laporan Press TV, Kuwait dan Bahrain menjadi dua wilayah yang disebut menerima dampak paling besar dalam serangan tersebut.
Di Kuwait, rentetan serangan dilaporkan mengarah ke Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber.
IRGC mengklaim fasilitas yang terdampak mencakup radar peringatan dini, radar pertahanan rudal, radar jarak jauh AN/FPS-117, sistem Patriot, hingga fasilitas komunikasi satelit.
Serangan berikutnya disebut menyasar Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Dalam klaim Iran, pusat komunikasi, radar pertahanan, serta hanggar drone mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Operasi itu disebut berlanjut dengan pengerahan drone oleh Angkatan Darat Iran ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat, termasuk Camp Arifjan, Camp Al-Udairi atau Camp Buehring, serta Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber.
IRGC menyebut sasaran serangan meliputi gedung administrasi, antena pencari arah, hingga area parkir helikopter.
Selain Kuwait, Bahrain juga disebut menjadi target berikutnya dalam operasi tersebut.
IRGC menyatakan stasiun radar Amerika Serikat di Muharraq berhasil dilumpuhkan.