Iran Buka Suara Soal Selat Hormuz, Ada Pesan Khusus untuk Negara Tetangga

Potret ilustrasi Selat Hormuz yang masih menjadi lokasi konflik.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meminta negara-negara di kawasan memperkuat koordinasi dan kerja sama regional guna menjaga kestabilan Selat Hormuz yang kembali menjadi titik panas geopolitik.

img_title Iran Ungkap Risiko yang Bisa Menghantam Washington, Blokade Ekonomi AS Tak Berpengaruh?

Teheran menilai meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut tidak terlepas dari tindakan Amerika Serikat yang disebut sebagai bentuk agresi.

Seruan itu disampaikan Araghchi dalam percakapan telepon terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi serta Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.

img_title Iran Kirim Peringatan Keras ke AS, Apa yang Terjadi Jika Blokade Berlanjut?

Mengutip Anadolu Agency yang melansir laporan media pemerintah Iran, IRIB, Selasa, 28 Juli 2026, pembahasan dalam komunikasi tersebut mencakup hubungan bilateral sekaligus perkembangan keamanan terbaru di kawasan Timur Tengah.

Dalam pembicaraan itu, Araghchi menekankan perlunya memperluas kerja sama antarnegara di kawasan dan memperkuat jalur diplomasi bersama untuk menciptakan kondisi yang lebih stabil.

img_title Utang Jadi Instrumen Perekrutan Perang? Iran Soroti Strategi Baru di Balik Konflik

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mengakhiri situasi tidak menentu di Selat Hormuz yang disebut Iran terjadi akibat kebijakan dan tindakan Amerika Serikat.

Araghchi juga menegaskan stabilitas kawasan hanya dapat terwujud melalui keterlibatan aktif negara-negara regional, bukan melalui tekanan maupun intervensi dari pihak luar.

Ketegangan di Selat Hormuz sendiri mulai mereda setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan aksi saling serang pada Jumat lalu.

Sebelumnya, kedua negara terlibat konflik selama 13 hari yang dimulai sejak 11 Juli.

Dalam periode tersebut, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah wilayah di Iran.

Teheran kemudian merespons dengan melakukan serangan terhadap target yang disebut sebagai fasilitas serta aset militer Amerika Serikat di beberapa negara Arab.

Konflik tersebut terjadi meskipun sebelumnya Washington dan Teheran telah menyepakati nota kesepahaman pada Juni yang berisi penghentian pertempuran serta rencana pembicaraan untuk mencapai kesepakatan lebih luas terkait konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat sejak 28 Februari.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mengumumkan berakhirnya gencatan senjata pada 8 Juli setelah terjadi serangan terhadap sejumlah kapal tanker di kawasan Selat Hormuz.

Washington menuding aksi tersebut dilakukan oleh Iran.

Amerika Serikat selanjutnya mendesak Iran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas serta menjamin kebebasan navigasi internasional di jalur perdagangan minyak tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title