Iran Pastikan Balas Perlakuan AS: Kami Tidak Akan Biarkan Tindakan Jahat Berlalu Gitu Aja
- Istimewa
Siap – Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran menegaskan, bahwa mereka tidak akan membiarkan ancaman dan tindakan jahat Amerika Serikat berlalu begitu saja tanpa adanya pembalasan.
Termasuk ketika AS menyerang kapal komersial maupun kapal tanker minyak Iran.
Dilansir dari kanal berita Tasnim News, selama tiga hari terakhir, pasukan Amerika telah mengancam kapal-kapal yang beroperasi di perairan pesisir dan wilayah kedaulatan Republik Islam.
Angkatan Bersenjata negara tersebut menganggap bahwa apa yang dilakukan AS akan direspon keras dan itu artinya perang akan meluas.
"Tindakan Amerika Serikat ini dianggap sebagai perluasan perang di kawasan."
Sebagaimana telah dibuktikan oleh Angkatan Bersenjata Republik Islam di medan tempur, mereka tidak akan membiarkan ancaman atau tindakan jahat AS tanpa tanggapan, dan akan menghadapinya dengan tegas.
Markas besar tersebut menegaskan kembali, bahwa tekad kuat Teheran untuk mempertahankan kedaulatan dan hak-hak maritimnya dari provokasi asing.
Teheran juga telah berulang kali menunjukkan kemampuan dan tekadnya untuk melindungi kepentingan nasional, serta merespons agresi secara tepat, sembari memastikan bahwa stabilitas kawasan tidak dapat diganggu oleh kekuatan eksternal yang mencari konfrontasi.
Peringatan terbaru ini muncul di tengah upaya Washington yang terus melancarkan taktik tekanan terhadap Teheran melalui cara-cara ilegal.
Tindakan tersebut secara konsisten ditolak oleh Teheran karena dianggap sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, serta ancaman langsung bagi perdamaian dan keamanan di Asia Barat.
Angkatan Bersenjata Iran tetap sepenuhnya siap untuk melindungi perairan teritorial dan jalur pelayaran komersial negara dari tindakan permusuhan apa pun.
AS Ketahuan Bohong
Amerika Serikat (AS), diduga telah memalsukan data jumlah tentaranya yang tewas maupun terluka akibat perang dengan Republik Islam Iran.
Disitat dari kanal YouTube tv One, empat personil militer Amerika Serikat yang tewas dalam eskalasi konflik terbaru dengan Iran dilaporkan tidak lagi dimasukkan dalam penghitungan resmi korban perang.
Mereka kini dipindahkan ke kategori pencatatan yang berbeda, bersama ratusan personil lain yang mengalami luka-luka.
Hal itulah yang kemudian memunculkan pertanyaan mengenai perubahan sistem pelaporan korban oleh militer Amerika Serikat.