Trump Merasa Menang atas Iran, Teheran Tegaskan Satu Hal yang Tak Bisa Ditawar

Potret ilustrasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan klaim kontroversial terkait konflik dengan Iran.

img_title Iran Bidik Titik Lemah Trump, Konflik Diprediksi Terus Berlanjut

Dalam pidatonya di hadapan para pendukung di Michigan, Trump menyatakan Amerika telah melumpuhkan berbagai kemampuan militer Teheran dan mengklaim pemerintah Iran kini berupaya membuka kembali jalur negosiasi dengan Washington.

Dikutip dari Viory, Selasa, 28 Juli 2026, Trump lebih dulu membahas ketahanan energi Amerika Serikat.

img_title Teheran Perluas Strategi Hadapi Amerika, Selat Hormuz Jadi Kunci Tekanan Iran

Ia menegaskan negaranya memiliki cadangan bahan bakar yang sangat besar, bahkan disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 1.000 tahun ke depan.

"China tidak. Kita memiliki persediaan bensin lebih banyak untuk 1000 tahun. Kita memiliki banyak minyak sekarang dan jika kita menambahkan Venezuela kita benar-benar memiliki lebih banyak minyak. Suatu hari nanti," ucapnya.

img_title Iran Tebar Ancaman Baru di Yordania, Intelijen AS Ketar-Ketir Serangan Iran Kian Ganas

Trump juga memuji Venezuela dan menyebut negara tersebut siap bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam memanfaatkan cadangan minyak yang dimiliki.

Menurutnya, hubungan kedua negara menunjukkan perkembangan positif dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor energi.

Selain itu, Trump mengklaim kebijakan yang diambilnya terhadap Venezuela, termasuk penangkapan presiden negara tersebut, memperoleh dukungan dari banyak pihak.

"Anda tahu banyak orang menentang perang itu. Kita tidak menginginkan Venezuela apa yang anda lakukan apa yang anda lakukan? Setelah kita menang dalam waktu sekitar 48 menit, kira-kira. Mereka berkata, oh itu langkah yang bagus," terangnya.

Setelah menyinggung Venezuela, Trump mengalihkan pembicaraan ke Iran.

Ia mengklaim operasi militer Amerika Serikat telah memberikan pukulan telak terhadap kemampuan pertahanan Republik Islam tersebut.

"Orang-orang tidak melihatnya. Kita telah menghancurkan angkatan laut mereka. Kita telah menghancurkan angkatan udara mereka. Kita telah menghancurkan kepemimpinan mereka."

Trump melanjutkan bahwa sistem pertahanan udara hingga fasilitas produksi drone Iran juga telah mengalami kerusakan besar akibat serangan Amerika Serikat.

"Kita telah menghancurkan persenjataan anti pesawat mereka. Drone mereka diproduksi dengan kecepatan sekitar 7 persen. Kita telah menghancurkan sebagian besar kemampuan manufaktur drone mereka, kemampuan manufaktur dalam mereka," jelasnya.

Menurut Trump, tekanan militer tersebut membuat Iran kini disebut kembali membuka peluang untuk berunding dengan Washington.

Halaman Selanjutnya
img_title