Jubir Iran: Kami Tidak Akan Membiarkan AS Menentukan Waktu Damai
- Istimewa
Siap – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan, bahwa Amerika Serikat tidak akan diizinkan untuk menentukan waktu perang dan damai.
Hal itu disampaikan Esmaeil Baqaei saat ditanya mengenai tanggapan terhadap rencana Pakistan dan Qatar untuk mengadakan negosiasi guna mengakhiri perang agresi Amerika terhadap Republik Islam.
"Saya tidak tahu bagaimana mereka berpikir akan mengelola perang ini sebuah perang yang seharusnya memaksa Iran untuk menyerah, namun justru membuat mereka terjebak dalam situasi sulit selama lima bulan," katanya dikutip dari kantor berita Tasnim News pada Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Baqaei, AS sedang berjuang menghadapi situasi yang mereka ciptakan sendiri bersama rezim Zionis Israel.
"Hal yang mendasar bagi kami adalah kepentingan nasional. Pengambilan keputusan mengenai persoalan negara bukanlah sebuah persamaan matematika dengan banyak variabel yang tidak diketahui," jelasnya.
Ilustrasi rudal AS menipis akibat perang Iran
- Gemini AI
"Faktor penentu bagi kami adalah keamanan dan kepentingan nasional (Iran), dan keputusan mengenainya diambil melalui proses tertentu," sambung dia.
Baqaei menambahkan, "Kami tidak akan membiarkan AS menentukan waktu perang dan damai, dan kami akan mempertahankan diri selama diperlukan."
AS Hentikan Serangan Gegara Amunisi Menipis
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda rencana serangan besar-besaran terhadap Republik Islam Iran akibat stok amunisi rudal yang menipis.
Data yang dihimpun menyebut, stok amunisi rudal AS telah terkuras usai Trump membatalkan gencatan senjata dan menyerang Iran beberapa hari lalu.
The New York Times melaporkan dengan mengutip dua sumber yang menerima pengarahan mengenai masalah tersebut.
Dalam laporannya media itu mengungkapkan, bahwa rencana untuk meningkatkan kampanye militer ditunda sebagian, yakni karena berkurangnya pasokan senjata.
Hal itu termasuk menipisnya stok rudal pencegat Patriot.
Disitat dari kanal YouTube tv One, selain masalah stok amunisi, Trump juga dihadapkan pada risiko perang Timur Tengah yang lebih luas.
Kemudian potensi diasingkan oleh sekutu Teluk serta ancaman guncangan lanjutan terhadap ekonomi global.
Dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat 24 Juli 2026, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine sama-sama menyampaikan kekhawatiran terkait potensi eskalasi konflik.