Ancaman Trump Masih Menggantung, Iran Justru Tebar Peringatan Keras

Ilustrasi serangan AS ke Iran.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Rencana Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan operasi militernya terhadap Republik Islam Iran dikabarkan mengalami penundaan.

img_title Mati Kutu Hadapi Iran, Negara Teluk Mulai Sadar dan Tinggalkan Amerika? Kehadiran Militer AS Tak Bisa Bikin Aman!

Salah satu faktor yang disebut memengaruhi keputusan tersebut adalah menipisnya persediaan amunisi, di tengah meningkatnya risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah laporan menyebut stok rudal milik Amerika Serikat berkurang setelah operasi militer yang dilancarkan dalam beberapa waktu terakhir.

img_title Selat Hormuz Membara! Kapal Perang AS Dibombardir Iran Auto Kabur?

Mengutip laporan The New York Times yang bersumber dari dua pejabat yang mengetahui pembahasan internal pemerintah AS, rencana memperluas kampanye militer ditunda sebagian karena keterbatasan pasokan persenjataan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah berkurangnya stok rudal pencegat Patriot yang selama ini menjadi bagian penting dari sistem pertahanan udara Amerika Serikat.

img_title Sok Paling Hebat, Netanyahu Sesumbar Bisa Hancurkan Iran: AS-Israel Lebih Kuat Daripada Teheran?

Selain persoalan logistik militer, Presiden AS Donald Trump juga disebut menghadapi berbagai pertimbangan lain, mulai dari potensi meluasnya perang di Timur Tengah, hubungan dengan negara-negara sekutu di kawasan Teluk, hingga dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global.

Dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat, 24 Juli 2026, Wakil Presiden JD Vance bersama Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dikabarkan menyampaikan kekhawatiran mengenai kemungkinan eskalasi konflik.

Berdasarkan laporan CNN, Dan Caine menyatakan militer Amerika Serikat memiliki kemampuan menjalankan operasi yang telah disiapkan.

Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya risiko besar apabila konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas.

Di sisi lain, hingga akhir pekan belum terdapat laporan mengenai serangan balasan Iran terhadap negara-negara yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

France 24 melaporkan bahwa penundaan langkah militer tersebut berlangsung ketika persediaan amunisi pertahanan Amerika menurun dan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik regional terus meningkat.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menimbulkan kerugian besar terhadap kekuatan militer Amerika Serikat selama rangkaian konflik yang berlangsung sekitar dua pekan terakhir.

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menyatakan operasi Iran pada periode 6 hingga 22 Juli 2026 disebut berhasil menghancurkan sejumlah aset militer Amerika.

Menurut klaim tersebut, terdapat 11 jet tempur dan helikopter yang hancur di darat, disertai 17 drone pengintai maupun operasional.

Halaman Selanjutnya
img_title