Pengakuan Komplotan Begal Modus Kencan Gay di Depok, Endingnya Ditinggal di Kuburan
- siap.viva.co.id
Siap – Polisi berhasil meringkus komplotan begal yang kerap menargetkan pria penyuka sesama jenis alias gay sebagi korbannya di Kota Depok, Jawa Barat.
Ada tiga pelaku begal yang diamankan dalam kasus ini. Mereka masing-masing berinisial AH (30 tahun), KA (22 tahun), dan S (41 tahun).
Ketiganya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas lantaran melawan saat akan diringkus.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama menjelaskan, kasus ini terungkap berdasarkan laporan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi di tiga wilayah berbeda.
Pertama terjadi di kawasan Cilodong pada Senin, 20 Juli 2026. Kemudian di wilayah Tapos pada Jumat, 24 Juli 2026.
Lalu yang terakhir di wilayah Kelurahan Jatimulya pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Oka mengatakan, ketiga tersangka memiliki perang berbeda dalam melakukan aksi kejahatan tersebut.
"Peran dari pelaku AH adalah memberikan ide untuk melakukan tindak pidana ini dan membuat aplikasi serta username dengan menggunakan identitas orang lain di aplikasi Horxxx," ucapnya.
Sedangkan dua rekannya yang lain ikut melakukan kekerasan terhadap korban.
"Korban sendiri ada tiga orang yang telah melapor ke Polres Metro Depok dan juga di Polsek Sukmajaya," kata Oka.
Dari hasil penyelidikan terungkap, pelaku melancarkan aksinya dengan modus kenalan melalui aplikasi Horxxx untuk kemudian diajak kencan.
Setelah korbannya terjebak, pelaku AH kemudian mengajak bertemu dengan menjemput di sekitar kosan ataupun rumah.
Selanjutnya korban akan diajak ke tempat sepi, yakni di area tempat pemakaman umum atau kuburan.
Di sanalah AH berpura-pura mengajak korbannya untuk berhubungan intim. Sementara dua pelaku lainnya berperan sebagai warga yang seolah-olah menggerebek.
"Saat itulah mereka merampas barang-barang korban, kemudian menganiaya korban, mengikat korban dengan tali dan juga lakban, dan meninggalkannya," beber Oka.
Polres Metro Depok sita barang hasil rampasan begal
- siap.viva.co.id
Lebih lanjut Oka mengungkapkan, rata-rata korbannya memang dibuang atau ditinggalkan begitu saja di tempat pemakaman dengan kondisi nyaris tanpa busana.
Pasalnya, pelaku begal ini tidak hanya menjarah uang atau handphone, tapi juga pakaian hingga sepatu milik korban.
Oka mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara pelaku mengaku telah lima kali beraksi. Para korbannya selalu ditinggalkan di area pemakaman.