Ultimatum Keras untuk Inggris dan Ukraina, Iran: Jangan Bikin Masalah atau Dihantam!
- Istimewa
Siap –Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melayangkan peringatan keras kepada seluruh negara di dunia agar tidak nekat membantu Amerika Serikat (AS) dalam konflik militer melawan Teheran.
Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, menegaskan bahwa negara mana pun yang memberi dukungan kepada Washington akan secara otomatis masuk dalam daftar target sah untuk pembalasan militer.
"Negara mana pun baik Inggris, negara-negara Teluk Persia, atau lainnya jika mereka mendukung AS dalam perang, mereka akan menjadi target sah kami," tegas Mohebbi seperti dilansir Tasnim.
Mohebbi secara khusus menyoroti keterlibatan infrastruktur sekutu yang digunakan oleh armada tempur Amerika Serikat.
"Baru-baru ini, pesawat pengebom B-1 AS menggunakan pangkalan udara di Inggris. Jika mereka bekerja sama, mereka akan menjadi target pasti dan sah bagi kami," lanjut jenderal IRGC tersebut.
Inggris memang memegang peran strategis sebagai salah satu pusat titik persiapan serangan AS dan Israel terhadap Iran.
Kendati demikian, London sempat menolak memberikan akses ke pangkalan udaranya menjelang serangan awal.
Keputusan tersebut memicu friksi dingin antara Perdana Menteri saat itu, Keir Starmer, dan Presiden AS Donald Trump yang merasa kecewa atas minimnya dukungan dari sekutu dekatnya.
Eskalasi konflik antara Washington dan Teheran sempat melonjak tajam melalui aksi saling balas serangan selama dua minggu terakhir pasca-runtuhnya gencatan senjata sementara.
Pentagon menggempur target-target vital di Iran selatan dan tengah, sementara Iran membalas dengan menghantam instalasi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dampak bentrokan ini memicu gangguan serius pada lalu lintas maritim di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, di mana sejumlah kapal dagang dilaporkan terkena hantaman rudal.
Ancaman senada juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad.
Ia menekankan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam terhadap wilayah mana pun yang dipakai sebagai pijakan agresi.
“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah mentoleransi pelanggaran apa pun oleh pemerintah Eropa. Kami memperingatkan pemerintah-pemerintah ini, terutama pemerintah baru Inggris dan pemerintah Ukraina, untuk tidak menjadikan diri mereka pion Amerika Serikat dan untuk menahan diri dari terlibat dalam petualangan yang tidak menyangkut mereka,” ujar Nikzad dalam sesi parlemen pada hari Minggu, sebagaimana dikutip dari Russia Today.