AS dan Israel Kembali Duet Lawan Iran? Mojtaba Khamenei Pasang Harga Mati, Tak Ada Perdamaian!!

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi kian membara.

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Militer Iran secara tegas memperingatkan bahwa konflik regional dapat meluas secara geografis jika Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk terus melanjutkan serangan udara bersama Israel.

Peringatan keras ini mencuat tepat menjelang rencana kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington.

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Berdasarkan laporan, Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada hari Selasa mendatang.

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa Washington berisiko menyeret kawasan ke dalam pusaran konflik yang lebih luas jika tetap berpihak pada langkah militer Israel.

img_title Terjebak Perang Iran: Korsel Pusing Ditekan Trump tapi Nggak Sanggup Hadapi Teheran

"Saya percaya bahwa jika Amerika sekali lagi tertipu oleh tipu daya Zionis, atau bergerak sejalan dengan mereka, dan bersikersi untuk melanjutkan perang, khususnya melalui serangan udara, secara geografis ini akan meluas lebih jauh," kata Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia kepada televisi pemerintah, dilansir AFP, Minggu (26/7/2026).

Akraminia menilai eskalasi militer saat ini sebenarnya sudah mulai merembet ke titik-titik krusial jalur perdagangan dunia.

Ia menyoroti meningkatnya dinamika keamanan di Selat Bab al-Mandab yang berada di pintu masuk Laut Merah wilayah yang belakangan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan antara kelompok pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran dan Arab Saudi.

Tak hanya itu, militer Iran mengklaim bahwa jangkauan pertahanan dan operasi mereka kini telah mengepung berbagai titik strategis di mana pangkalan militer AS berdiri.

"Lingkup operasi kami sekarang mencakup seluruh wilayah, dari pangkalan AS di Yordania hingga negara-negara di sepanjang Teluk Persia," katanya.

Menurut analisis militer Teheran, posisi Washington di kawasan tersebut saat ini berada di ujung tanduk. Akraminia menilai situasi di Timur Tengah bagi Amerika Serikat "sulit dan tidak menentu,"

Ia memperkirakan Washington sekarang sedang mencari "strategi baru."

Kendati demikian, pihak Teheran memastikan bahwa seluruh kekuatan militernya berada dalam siaga tinggi menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi di lapangan.

"Kami siap untuk setiap opsi dan skenario yang tampaknya mungkin terjadi," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
img_title