LBH Ansor Aceh: Demi Kerukunan Beragama, Laporan Akun TikTok Gufroni Tak Ada Kaitan dengan PIK2
- Istimewa
Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tamiang menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Pascabencana, Pemerintah Aceh memprioritaskan pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta pemulihan berbagai infrastruktur penting. Pemerintah juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari UNDP, UNICEF, hingga Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk mempercepat proses pemulihan.
Pada 22 Desember 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem bertemu dengan pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Jakarta guna membahas pembangunan 1.000 unit rumah gratis bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor.
Dalam skema tersebut, Pemerintah Aceh menyiapkan lahan, sedangkan Yayasan Buddha Tzu Chi membangun rumah beserta infrastruktur pendukungnya agar dapat segera dihuni masyarakat.
LBH Ansor Aceh menilai kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata solidaritas kemanusiaan yang patut dijaga.
Namun, pada 25 Desember 2025, akun TikTok Gufroni Khan mengunggah konten yang menurut LBH Ansor Aceh memframing kegiatan sosial tersebut secara negatif dengan mengaitkannya pada isu politik, Aguan, dan PIK2.
Syibral menilai narasi tersebut berpotensi menimbulkan prasangka terhadap kegiatan kemanusiaan sekaligus mengganggu semangat toleransi yang selama ini dibangun.
"Publik selama ini mengenal Yayasan Buddha Tzu Chi sebagai lembaga yang murni bergerak dalam misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. Ketika kegiatan itu dipelintir menjadi isu politik, tentu sangat kami sesalkan," katanya.
Menurut Syibral, narasi tersebut juga melukai perasaan masyarakat Aceh yang tengah berjuang bangkit setelah diterpa bencana.
"Tindakan itu juga melukai perasaan rakyat Aceh di tengah upaya Gubernur Mualem mencari dukungan pembangunan ribuan unit rumah gratis bagi korban banjir bandang yang kehilangan keluarga dan tempat tinggal," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa musibah kemanusiaan semestinya menjadi momentum memperkuat solidaritas, bukan justru dimanfaatkan untuk membangun narasi yang memecah belah masyarakat.
"Ketika masyarakat sedang berduka akibat bencana, semua elemen seharusnya mengedepankan empati. Jangan sampai bantuan kemanusiaan justru dipelintir menjadi narasi yang memicu kebencian atau perpecahan," katanya.
Murni Penegakan Hukum dan Menjaga Kerukunan
LBH Ansor Aceh menilai narasi yang dipersoalkan berpotensi mengganggu semangat gotong royong dan kebhinekaan yang sangat dibutuhkan masyarakat Aceh dalam proses pemulihan pascabencana.