Penampakan Jembatan Sungai Sambas Besar Minim Penerangan
- Ngadri/siap.viva.co.id
VIVA - Masyarakat mengeluhkan lampu penerangan di Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) yang terletak di Jalan Mak Rampai, Desa Makrampai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Sabtu 25 Juli 2026.
Minimnya lampu penerangan jembatan Jembatan Sungai Sambas Besar itu dianggap mengurangi kenyamanan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melewati area tersebut pada malam hari.
Pekerja pengecatan Jembatan Sungai Sambas Besar, Adi mengaku tidak mengetahui alasan mengapa lampu penerangan di Jembatan Sungai Sambas Besar tidak menyala.
"Masalah lampu ini, kami tidak tahu. Memang lampunya tidak menyala. Seharusnya jika menyala, kami bisa bekerja di malam hari,"jelas Adi.
Adi menambahkan bahwa tugasnya hanya mengecat dan tidak memiliki wewenang atau informasi mengenai sistem kelistrikan jembatan tersebut. Dia menekankan bahwa pekerjaan timnya terbatas pada pengecatan bagian-bagian jembatan saja.
"Kami hanya bertanggung jawab untuk pengecatan, tidak berurusan dengan instalasi. Instalasi kelistrikan bukan ranah kami, di mana pun kami bekerja, itu tidak boleh dicampur. Kami hanya fokus pada pengecatan," tuturnya.
Dia juga menginformasikan bahwa pekerjaan pengecatan saat ini meliputi reling, dinding, lantai, trotoar, dan tiang jembatan. Sementara itu, bagian kubah jembatan tidak termasuk dalam tugas mereka karena masih menjadi tanggung jawab pihak yang membangun jembatan.
‘’Pengerjaan pengecatan jembatan ini diperkirakan akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, meskipun durasinya masih tergantung pada kondisi cuaca. Estimasi waktu kami tidak tahu pasti karena bergantung cuaca. Tetapi, menurut informasi dari pihak yang memberikan pekerjaan, paling lama itu sebulan," jelasnya.
Mengenai pelaksana proyek, Adi menyatakan bahwa dia tidak memiliki informasi tentang perusahaan atau pihak yang memenangkan tender. Dia hanya mengikuti perintah untuk datang bekerja setelah dihubungi melalui telepon.
"Kami tidak tahu siapa yang mendapatkan tender. Kami hanya menerima telepon, diminta datang ke tempat kerja yang sudah ditentukan," ujarnya.
Walaupun tidak mengetahui penyebab lampu padam, Adi berharap agar penerangan di Jembatan Sungai Sambas Besar dapat segera diperbaiki.
‘’Lampu sangat penting untuk keselamatan masyarakat di malam hari dan bisa membantu proses pengecatan, sehingga pekerjaan bisa berlangsung hingga malam dan cepat selesai,’’pungkasnya.