Perang Berlanjut, Iran: Mati Satu Warga, Satu Tentara AS Auto Dikirim ke Neraka, Kami Siapkan Tiket Gratis!

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Eskalasi militer antara Amerika dan Iran kembali bergolak hebat.

img_title Pangkalan AS Diserang Iran, Citra Satelit China Jadi Sorotan

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran mengumumkan penerapan persamaan medan perang baru secara resmi terhadap target militer Amerika Serikat (AS), menyusul berakhir dan dilanggarnya kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada Juni 2026.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Mayor Jenderal Ali Abdollahi menegaskan bahwa Iran akan terus melanjutkan operasi pembalasan menyasar pangkalan dan aset strategis AS di kawasan.

img_title Perang Belum Reda, Iran Justru Buka Opsi yang Bikin Dunia Cemas

Ia menyampaikan peringatan keras bahwa setiap korban jiwa dari pihak warga negara Iran akan dibayar setimpal dengan nyawa personel militer AS.

"Aturan yang sebelumnya telah kami buktikan keberlangsungannya kepada musuh. Mulai saat ini, telah menjadi persamaan definitif dan resmi yang mengatur medan perang,” kata Ali Abdollahi dalam pernyataannya dikutip dari kantor berita Tasnim, Sabtu (25/7/2026).

img_title Bukan Sekadar Sindiran, Iran Tegaskan Keamanan Timur Tengah Tak Perlu Campur Tangan AS

Pernyataan tersebut menegaskan sikap tegas Teheran terhadap eskalasi terbaru di lapangan.

Ali Abdollahi memperingatkan pihak Amerika Serikat untuk tidak meremehkan ketetapan baru ini.

“Untuk setiap warga negara Republik Islam Iran yang gugur sebagai martir, satu anggota militer Amerika akan dikirim ke neraka. Kami telah menyiapkan tiket sekali jalan gratis langsung ke neraka untuk kalian,” sambungnya.

Peringatan bernada keras itu mengemuka setelah militer AS melanjutkan serangan udara beruntun terhadap wilayah Iran selama 13 malam berturut-turut.

Pihak Iran mengecam tindakan tersebut sebagai kejahatan perang yang terang-terangan karena menargetkan berbagai situs sipil.

Sebagai jawaban langsung, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan balasan masif terhadap berbagai posisi strategis Amerika di seluruh Asia Barat.

Konflik bersenjata ini menambah panjang rentetan ketegangan yang sempat mereda beberapa bulan lalu.

Sebagai kilas balik, Amerika Serikat dan Israel pertama kali melancarkan perang terbuka terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Namun, setelah berlangsung selama 40 hari, AS dan sekutunya menerima kesepakatan gencatan senjata pada 8 April di tengah perlawanan sengit yang ditunjukkan Iran.

Langkah diplomasi sempat membuahkan harapan ketika Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi oleh Pakistan pada 17 Juni 2026 untuk mengakhiri seluruh permusuhan.

Halaman Selanjutnya
img_title