Iran Tak Sudi Damai dengan Amerika, Target Rudal Kini Mengarah ke Israel
- Istimewa
Siap – Gedung Putih dikabarkan tengah berada dalam situasi yang cukup rumit akibat perang lanjutan terhadap Republik Islam Iran.
Dilansir dari kanal YouTube Kompas, upaya diplomasi Amerika Serikat untuk mencegah perang besar di Timur Tengah menemui jalan buntu.
Iran dengan tegas menyatakan menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Washington.
Tak hanya itu, Teheran juga mengirim sinyal akan menyerang Israel apabila pasukan AS menargetkan infrastruktur vital Republik Islam. Lantas apa yang sebenarnya terjadi?
Melansir The Time of Israel, dua pejabat Republik Islam memperingatkan tahap selanjutnya dari eskalasi pertempuran Washington dan Teheran akan mencakup serangan ke Tel Aviv.
Ancaman itu akan terjadi apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump benar-benar menyerang Teheran serta infrastruktur yang ada di negara tersebut.
Jika itu terjadi maka Republik Islam akan membalas dengan menyerang Israel.
Teheran juga akan meminta kelompok Houthi Yaman untuk memberlakukan blokade maritim di Selat Bab el Mandep.
Israel Dalam Bidikan Teheran
Selama tahap pertama perang yang dimulai 28 Februari 2026, IDF ikut serta dalam serangan terhadap Iran.
Teheran pun membalas dengan menembakkan ratusan rudal balistik ke Tel Aviv.
Namun dalam serangan kali ini, Israel tidak ikut serta dan Republik Islam belum menyerang negara tersebut dalam beberapa minggu terakhir.
Ancaman baru itu muncul usai Iran menolak proposal gencatan senjata Amerika Serikat yang dibawa para mediator Irak di tengah serangan terhadap Teheran.
Rudal Iran ancam pangkalan Amerika Serikat
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi telah melakukan perjalanan ke Teheran dengan sebuah proposal yang dirumuskan tak lama setelah ia bertemu dengan Trump awal Juli di Gedung Putih.
Namun, para pejabat Republik Islam itu mengatakan, bahwa mereka tidak tertarik pada kesepakatan sementara yang tidak akan membahas status akhir Selat Hormuz.
Perdana Menteri Irak mengunjungi Teheran untuk menyerukan perdamaian dan dialog. Ia juga berjanji tidak akan mengizinkan wilayah-nya digunakan untuk menyerang Teheran.
Ultimatum Keras Republik Islam
Washington telah melancarkan serangan malam ke-13 berturut-turut terhadap wilayah Republik Islam.