AS Bersiap Luncurkan Pesawat Pembom Serang Iran, Trump Ingatkan Israel Waspada Pembalasan Total
- Kevin Dietsch/Getty Images
Siap – Konflik antara Republik Islam Iran dengan Amerika Serikat kian memanas. Washington bahkan dikabarkan tengah menyiapkan kapal pembom berat.
Jika benar terjadi, langkah ini bisa menjadi eskalasi besar dalam konflik yang selama beberapa pekan terakhir terus memanas.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, laporan stasiun penyiaran publik Israel, Kan pada Rabu, 23 Juli 2026 menyebut AS telah memberitahu Israel mengenai rencana untuk meningkatkan serangan terhadap Iran.
Menurut laporan tersebut, pesawat pembom berat itu diperkirakan akan diarahkan untuk menyerang Gunung Pickaxe.
Itu adalah sebuah kompleks bawah tanah di wilayah Natanz yang diduga berkaitan dengan fasilitas pengayaan nuklir Republik Islam.
Rencana ini disebut sebagai bagian dari peningkatan serangan Washington terhadap Teheran.
Koordinasi antara Washington dan Yerusalem juga dilaporkan dilakukan untuk mempersiapkan Israel menghadapi kemungkinan serangan balasan dari Teheran.
Sebab jika AS meningkatkan serangannya, Iran dikhawatirkan akan merespon dengan memperluas serangan rudal ke Israel maupun target-target lain yang berkaitan dengan Amerika dan sekutunya.
Israel pun dilaporkan berada dalam tingkat kesiapan tinggi setelah menerima informasi terbaru dari Washington.
Potret ilustrasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
- Istimewa
Di tengah kabar mengenai rencana pengerahan pesawat pembom berat, Presiden AS Donald Trump juga kembali meningkatkan ancamannya terhadap Teheran.
Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting negara tersebut jika Teheran menyerang kapal di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di media sosial, Trump mengatakan AS akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik jika Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz.
Menurut Trump, serangan tersebut bisa dilakukan jika Teheran menggunakan rudal, roket, drone, atau senjata lainnya untuk menyerang kapal.
Ancaman ini muncul ketika ketegangan antara Washington dan Teheran semakin meningkat.
Perselisihan mengenai pengelolaan Selat Hormuz disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kesepakatan awal antara Washington dan Teheran runtuh.
Kedua pihak pun terus terlibat dalam aksi saling serang di berbagai wilayah Timur Tengah sekaligus saling mengancam untuk meningkatkan konflik lebih jauh.
Ancaman Trump langsung mendapat respon dari Republik Islam.