Donald Trump Bikin Pengakuan Mengejutkan soal Selat Hormuz, Iran Kirim Peringatan
- WELT
Siap – Amerika Serikat (AS) menegaskan negaranya tidak bergantung pada Selat Hormuz meski ketegangan dengan Iran terus meningkat.
Presiden Donald Trump menyebut AS memiliki kapasitas produksi minyak yang cukup besar sehingga tidak membutuhkan jalur pelayaran strategis tersebut untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Trump mengatakan Amerika Serikat berada dalam posisi yang kuat berkat besarnya produksi minyak domestik.
Menurutnya, kondisi itu membuat Washington tidak bergantung pada Selat Hormuz meski kawasan tersebut menjadi salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
"Digabung dengan Venezuela, kami menguasai sekitar 62 persen pasar minyak dunia. Jadi kami tidak membutuhkan selat, kami tidak membutuhkan apa pun, kami tidak membutuhkan Selat Hormuz," kata Trump, dikutip dari Fox News, Kamis, 23 Juli 2026.
Meski demikian, Trump menegaskan perhatian Amerika Serikat terhadap kawasan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan kepentingan energi.
Ia mengatakan prioritas utama Washington adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
"Tetapi kami melakukannya karena memang harus. Kami tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir," kata Trump.
Trump juga mengklaim Amerika Serikat saat ini berada dalam posisi yang lebih unggul dalam menghadapi Iran.
Menurutnya, berbagai langkah politik maupun militer yang telah ditempuh Washington berhasil menekan kemampuan Teheran untuk mengancam kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Di sisi lain, Iran kembali menyampaikan peringatan keras terkait situasi keamanan di Timur Tengah.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan negaranya tidak akan tinggal diam apabila keamanan nasional terus mendapat ancaman dari pihak luar.
Ia menyatakan bahwa apabila Iran tidak dapat menikmati keamanan, maka negara-negara lain di kawasan juga tidak akan merasakan kondisi yang sama.
"Persamaan perang ini jelas, semua atau tidak sama sekali. Tidak seorang pun akan dapat menjual minyak di kawasan jika kami sendiri tidak dapat melakukannya. Jika keamanan kami tidak terjamin, tidak ada infrastruktur yang akan aman," ucap Qalibaf.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung utama ekspor minyak dari negara-negara Teluk Persia seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait menuju pasar internasional.