Iran Ancam Balas Tanpa Ampun, Negara Pendukung AS Ikut Masuk Daftar Target?
- Istimewa
Siap – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah kedua negara saling melontarkan ancaman terkait situasi di Selat Hormuz.
Teheran menegaskan siap memberikan respons keras apabila Washington benar-benar menyerang infrastruktur vital di wilayahnya.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas strategis negara tersebut akan dibalas dengan tindakan yang disebut "dahsyat dan tegas".
Selain itu, Teheran juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang membantu operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran akan dianggap sebagai sasaran yang sah.
Pernyataan tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency, Kamis, 23 Juli 2026, disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui unggahan di platform X pada Rabu, 22 Juli 2026.
Araghchi menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Iran berlandaskan prinsip pembalasan yang setimpal.
"Doktrin pertahanan kami sangat jelas: mata ganti mata," ungkap Araghchi.
"Setiap agresi terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur kami, akan memicu respons yang dahsyat dan tegas," terang Araghchi.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pihak yang memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dalam melancarkan serangan terhadap Iran akan ikut menanggung konsekuensinya.
"Pihak-pihak yang berkontribusi untuk agresi semacam itu, apa pun bentuk dukungannya, juga akan dianggap sebagai target yang sah," jelasnya.
Secara terpisah, pada Rabu malam, 22 Juli 2026, Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya turut mengeluarkan peringatan keras kepada Washington.
Komando militer tersebut menyatakan bahwa apabila Amerika Serikat merealisasikan ancamannya untuk menyerang infrastruktur Iran, maka Angkatan Bersenjata Iran akan membalas dengan menargetkan fasilitas energi di berbagai wilayah Timur Tengah.
Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya menegaskan bahwa Washington tidak akan mampu mempertahankan arus ekspor minyak apabila konflik terus meningkat.
Menurut pernyataan tersebut, berbagai fasilitas minyak, gas, pembangkit listrik, hingga aset ekonomi di kawasan dapat menjadi sasaran balasan.
Komando militer Iran itu juga menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup dan tidak ada kapal yang diizinkan melintas kecuali melalui jalur yang telah ditetapkan sesuai prosedur yang diumumkan sebelumnya.
Mereka turut memperingatkan bahwa ancaman dan aksi militer Amerika Serikat hanya akan memperluas konflik hingga menjangkau kawasan yang lebih luas.