AS Boncos Ratusan Miliar Dolar, Taktik Baru Rudal Iran Bikin Washington Kalang Kabut?

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Ambisi militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah kini berhadapan dengan tembok tebal persoalan finansial dan krisis pasokan logistik.

img_title Iran: Tidak Ada Negosiasi Selama Syarat Kami Belum Dipenuhi AS

Di balik gempuran udara yang terus dilancarkan ke wilayah Republik Islam Iran, Pentagon harus menelan kenyataan pahit: biaya operasional perang membengkak drastis sementara persediaan amunisi strategis mulai tertekan.

Disitat dari kanal YouTube Kompas, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth kembali mengajukan biaya tambahan untuk perang.

img_title Kepala Nuklir Iran Mendadak Pulang dan Batal Bicara di IAEA, Ada Apa?

Hal itu ia sampaikan dalam sidang di hadapan Komite Anggaran Senat AS pada Selasa, 21 Juli 2026.

Dalam sidang tersebut, Hegseth mengungkapkan perkiraan terbaru biaya perang Amerika Serikat terhadap Iran.

img_title Pangkalan AS Diserang Iran, Citra Satelit China Jadi Sorotan

Senator AS Dick Durbin, lantas mempertanyakan berapa biaya yang ingin diajukan untuk menghadapi perang ini.

"Apakah anda memiliki perkiraan terbaru mengenai berapa biaya yang telah kami keluarkan sejauh ini dalam perang ini? di bulan kelima tahun pertama perang di Iran?" tanya dia.

"Senator, perkiraan saat ini adalah 37,5 miliar," jawab Pete Hegseth.

"Dan apakah aktivitas tersebut akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan? Dan apakah aktivitas saat ini yang telah diberitahukan kepada kami yaitu pertukaran tembakan bolak-balik di Iran merupakan indikasi tersebut akan meningkat dalam beberapa bulan kedepan," sahut Durbin lagi.

Hegseth lantas merinci anggaran yang bakal digunakan nanti.

Menurutnya, dana tersebut mencakup pembayaran tambahan untuk operasional dan pemeliharaan serta pos-pos lain yang diperkirakan akan terjadi sepanjang tahun fiskal ini.

Ia memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan di masa depan 37,5 miliar dolar.

Angka ini meningkat sekitar 8 miliar dolar AS dibandingkan perkiraan sebelumnya yang pada Mei lalu berada di angka sekitar 29 miliar dolar AS.

Namun angka 37,5 miliar dolar AS tersebut belum tentu menggambarkan seluruh dampak ekonomi perang.

Dampak Ekonomi Domestik: AS Rugi Bandar

Budhist Analytics misalnya memperkirakan biaya domestik perang bagi AS bisa mencapai hingga 150 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.685 triliun.

Perhitungan ini mempertimbangkan dampak tidak langsung termasuk kenaikan harga energi di dalam negeri.

Dalam sidang tersebut, Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine juga ditanyai soal permintaan anggaran pertahanan AS yang mencapai 1,5 triliun dolar AS.

Halaman Selanjutnya
img_title