Ngeri, Taktik Baru Iran Bikin AS Hancur Lebur, Rudal Balistik dan Drone Kian Mematikan?

Iram kembali kirimkan gelombang serangan rudal ke wilayah Israel dan pangkalan Amerika
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Klaim runtuhnya kekuatan militer Republik Islam Iran di bawah gempuran udara Amerika Serikat (AS) kini terpatahkan di lapangan.

img_title Iran Ungkap Risiko yang Bisa Menghantam Washington, Blokade Ekonomi AS Tak Berpengaruh?

Teheran justru membuktikan bahwa kemampuan rudal balistik dan drone milik mereka tampil jauh lebih cepat, presisi, serta kian mematikan.

Laporan The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa amunisi Teheran tetap menjadi ancaman besar setelah perang berkecamuk.

img_title Iran Kirim Peringatan Keras ke AS, Apa yang Terjadi Jika Blokade Berlanjut?

Bukti teranyar terlihat saat dua anggota militer AS tewas di Yordania akibat serangan gabungan rudal balistik dan drone.

Kenyataan ini membongkar klaim sebelumnya yang menyebut militer Iran telah hancur total.

img_title Utang Jadi Instrumen Perekrutan Perang? Iran Soroti Strategi Baru di Balik Konflik

Rahasia ketahanan ini terletak pada strategi Teheran yang menyembunyikan mayoritas amunisinya di pangkalan bawah tanah yang dalam serta memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memindahkan peralatannya.

Pejabat AS mencatat bahwa rudal balistik Iran kini mampu bermanuver lebih lincah menuju sasaran. Hal ini memicu dugaan keterlibatan Rusia.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal C.Q. Brown Jr. (digantikan panggilan Jenderal Denke dalam laporan internal), mengonfirmasi kemungkinan bantuan Moskow saat ditanya dalam sidang Senat Meski Washington belum mengonfirmasi secara terbuka, hubungan Moskow dan Teheran kini berada di bawah pengawasan ekstra ketat.

Ubah Doktrin Serangan demi Efisiensi Tinggi Berdasarkan analisis Times of India, Teheran telah mengubah total doktrin serangannya demi menembus perisai udara AS.

Tak lagi mengandalkan gelombang serangan massal, mereka menerapkan strategi efisiensi tinggi dengan menembakkan salvo lebih kecil namun sangat tepat waktu.

Rudal jarak jauh berteknologi tinggi ini diluncurkan dari posisi bergerak yang tersembunyi jauh di dalam wilayah daratan Iran.

Militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengalihkan sasarannya ke lokasi militer dan logistik yang kurang terlindungi.

Akibatnya, Washington terpaksa membagi fokus dan meregangkan pertahanannya di seluruh kawasan.

Mantan Komandan CENTCOM, Joseph Votel, menjelaskan bahwa Teheran hanya membutuhkan sejumlah kecil rudal presisi untuk menembus pertahanan lawan Meskipun sistem seperti Patriot dan THAAD sanggup mencegat ancaman, setiap pencegatan menghabiskan rudal pencegat yang sangat mahal dan terbatas jumlahnya.

Ketegangan Meluas di Selat Hormuz

Halaman Selanjutnya
img_title