Rahasia Rudal Iran Terungkap, Strategi Baru Teheran Bikin AS dalam Dilema

Potret ilustrasi serangan Rudal
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Konflik antara Iran dan Amerika Serikat terus menunjukkan dinamika baru.

img_title Bukan Sekadar Soal Iran, Laporan Ini Disebut Bisa Mengubah Perhitungan Militer AS

Di tengah gelombang serangan udara yang dilancarkan Washington, kemampuan militer Teheran justru disebut masih mampu memberikan tekanan besar melalui penggunaan rudal balistik dan drone yang semakin canggih.

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, kemampuan rudal dan drone Iran kini dinilai mengalami peningkatan dari sisi kecepatan, akurasi, serta efektivitas serangan.

img_title Heboh Ketegangan di Gedung Putih Bocor, Menhan AS Diamuk Trump Terkait Perang Iran

Lalu, apa yang membuat kemampuan militer Republik Islam tetap bertahan bahkan disebut semakin berkembang di tengah tekanan militer yang terus berlangsung?

Mengacu pada laporan The Wall Street Journal, setelah hampir lima bulan konflik berlangsung, kemampuan rudal Iran masih menjadi ancaman serius.

img_title Teheran Ungkap Sinyal yang Tak Terduga, Kesepakatan Iran-AS Makin Dekat?

Hal itu terlihat dari serangan terbaru yang menewaskan dua personel militer Amerika Serikat di Yordania melalui kombinasi serangan rudal balistik dan drone.

Peristiwa tersebut bertolak belakang dengan klaim sebelumnya yang menyebut kekuatan rudal Iran telah lumpuh dan hanya menyisakan sedikit persenjataan.

Sejumlah analis menilai sebagian besar persenjataan Iran disimpan di fasilitas bawah tanah yang sulit dijangkau.

Sementara masa gencatan senjata dimanfaatkan untuk memindahkan perlengkapan militer ke lokasi yang lebih aman.

Pejabat Amerika Serikat juga mengamati bahwa rudal balistik terbaru Iran memiliki kecepatan lebih tinggi dan kemampuan manuver yang lebih baik menuju sasaran.

Perkembangan tersebut dinilai menunjukkan kemampuan adaptasi militer Iran yang terus berjalan di tengah konflik.

Muncul pula dugaan mengenai kemungkinan adanya dukungan Rusia terhadap peningkatan kemampuan militer Teheran.

Saat menjalani sidang di Senat Amerika Serikat, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Denke menyatakan kemungkinan tersebut tidak dapat dikesampingkan.

Meski demikian, hingga kini Washington belum menyatakan secara resmi apakah serangan mematikan di Yordania melibatkan bantuan dari Moskow.

Hubungan antara Rusia dan Iran pun kini terus menjadi perhatian berbagai pihak.

Analisis Times of India menyebut Iran telah mengubah pendekatan militernya untuk menghadapi sistem pertahanan udara Amerika Serikat.

Apabila sebelumnya mengandalkan serangan dalam jumlah besar, kini Teheran lebih memilih meluncurkan rudal dalam jumlah lebih sedikit tetapi dengan tingkat presisi dan pengaturan waktu yang lebih tinggi.

Halaman Selanjutnya
img_title