Perang AS-Iran Makin Panas,Teheran Mendadak Berikan Sindiran Menohok ke Kuwait: Kalian Kini Menjadi Api Para Iblis?
- Istimewa
Siap –Ditengah berkecamuknya perang Iran dengan Amerika Serikat, Teheran mendadak memberikan sindiran menohok kepada Kuwait.
Sontak hal itu disebut sebut makin menambah panas suhu di Timur Tengah yang hingga kini kian membara.
Nah, baru baru ini dikabarkan bahwa Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melontarkan kritik keras kepada pemerintah Kuwait dengan mengingatkan peran Iran dalam membantu memadamkan kebakaran ladang minyak Kuwait pascaperang Teluk 1991.
Melalui akun X pada Selasa (21/7/2026), Baqaei mengunggah foto para ahli perminyakan Iran yang diterjunkan ke Kuwait untuk membantu memadamkan kebakaran sumur-sumur minyak setelah pasukan rezim Baath Irak mundur dari negara tersebut.
Langkah diplomatik tak biasa ini menjadi sorotan publik internasional.
Pasalnya, Baqaei memanfaatkan momen sejarah kelam kawasan Teluk untuk menyentil sikap politik Kuwait saat ini.
Langkah Iran mengunggah memori 1991 ini dinilai sebagai pengingat diplomasi atas solidartas masa lalu.
Kala itu, invasi Irak di bawah Saddam Hussein menyisakan bencana lingkungan terbesar dalam sejarah perminyakan dunia.
Sebelum mundur dari Kuwait pada awal 1991, pasukan Irak membumihancurkan infrastruktur energi negara tetangganya.
Mereka membakar lebih dari 600 sumur minyak Kuwait.
Bencana tersebut memicu kobaran api dahsyat serta gumpalan asap hitam yang menyelimuti wilayah Teluk selama berbulan-bulan.
Di tengah krisis besar tersebut, Iran menjadi salah satu negara tetangga yang mengirimkan tim ahli dan teknisi perminyakan terbaiknya.
Para ahli Iran bekerja di bawah ancaman bahaya tinggi untuk menutup kran sumur yang bocor serta memadamkan kobaran api yang membakar ribuan barel minyak per hari.
Upaya penyelamatan lingkungan dan ekonomi Kuwait kala itu mendapat apresiasi luas dari komunitas internasional. Bantuan teknis dari Tehran berhasil mempercepat pemulihan produksi minyak Kuwait yang sempat lumpuh total.
Kini, pengungkapan kembali rekam jejak bantuan tersebut di media sosial menandai dinamika baru yang menegang antara kedua negara.
Menurut Baqaei, tim tersebut bertugas mengendalikan 28 sumur minyak di Lapangan Burgan, salah satu ladang minyak terbesar di dunia.
Operasi itu tercatat dalam berbagai dokumen internasional sebagai bagian dari upaya pemadaman kebakaran sumur minyak terbesar dalam sejarah.