AS Makin Panik, Iran Keluarkan Senjata Bawah Tanah yang Lebih Cepat dan Mengerikan, Ini Buktinya
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Militer IRGC juga mengalihkan sasarannya ke lokasi militer dan logistik yang kurang terlindungi.
Akibatnya, Washington terpaksa membagi fokus dan meregangkan pertahanannya untuk melindungi jaringan luas pangkalan, pelabuhan, serta pusat komando di seluruh kawasan.
Rudal bawah tanah Iran siap diaktifkan
- Istimewa
Mantan Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Joseph Votel menjelaskan Teheran tidak lagi memerlukan serangan massal.
Mereka hanya membutuhkan sejumlah kecil rudal presisi untuk menembus perisai pertahanan lawan.
Sistem pertahanan canggih seperti Patriot dan THAAD memang sanggup mencegat sebagian besar ancaman.
Namun setiap pencegatan menghabiskan rudal pencegat yang harganya sangat mahal dan jumlahnya terbatas.
Strategi Teheran kini makin jelas. Menembakkan lebih sedikit senjata, memilih target secara cermat, dan membuktikan bahwa pengeboman AS tidak sanggup mematikan kemampuan pembalasan mereka.
Ketegangan di Selat Hormuz
Sementara militer Republik Islam terus mencari celah, laporan The Guardian membeberkan gambaran yang semakin mengkhawatirkan di kawasan Selat Hormus dan Teluk Oman.
Gelombang serangan AS menggunakan rudal dari jet, drone, dan kapal perang berhasil meruntuhkan infrastruktur seperti menara di Cabahar serta jalan raya menuju pelabuhan Bandar Abbas.
Namun, Teheran membalas dengan menyerang titik vital sekutu AS.
Serangan tersebut mengenai pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air yang menyediakan sekitar 90 persen kebutuhan air bersih Kuwait.
Selain itu, bocoran laporan intelijen AS menunjukkan Teheran telah berhasil merebut kembali akses ke 30 dari 33 lokasi peluncuran rudal di sepanjang Selat Hormuz.
Karena pangkalan bawah tanah mereka terbukti sulit dihancurkan secara permanen, dampaknya langsung terasa pada jalur perdagangan global.
Beberapa kapal tanker minyak dihantam rudal di Teluk Oman.
Jumlah transit harian kapal di Selat Hormuz pun merosot tajam. dan harga minyak mentah brand langsung melonjak naik.
Serangan rudal IRGC Iran hantam markas AS
- Tasnim News
Republik Islam membuktikan mereka hanya perlu mempertahankan ancaman terbatas untuk mengunci urat nadi minyak dunia.
Menurut Michael Carpenter dari International Institute for Strategic Studies, biaya eskalasi kini sangat tinggi.
Namun, Gedung putih dinilai tidak memiliki strategi keluar yang jelas.
Opsi-opsi militer berat seperti merebut Pulau Kark atau mengebom situs nuklir di Gunung Pikach mengandung risiko sangat tinggi.