AS Makin Panik, Iran Keluarkan Senjata Bawah Tanah yang Lebih Cepat dan Mengerikan, Ini Buktinya

Rudal balistik Republik Islam Iran
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kompas

Siap – Republik Islam Iran kembali memperlihatkan fakta mengejutkan di tengah masifnya gempuran udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. 

img_title Teheran Ungkap Sinyal yang Tak Terduga, Kesepakatan Iran-AS Makin Dekat?

Kemampuan rudal dan drone Teheran yang awalnya diklaim telah runtuh oleh pasukan AS, nyatanya  justru menjadi sebuah momok menakutkan. 

Disitat dari kanal YouTube Kompas, kemampuan rudal dan drone Iran kini terpantau jauh lebih cepat, presisi dan kian mematikan.

img_title Asia Timur Memanas, Adik Kandung Kim Jong Un Blak-blakan Sengol Jepang: Korut Tidak Akan Pasif!

Lantas apa rahasia yang membuat Republik Islam terus memperluas teknologi militernya? 

Berdasarkan laporan media ternama The Wall Street Journal, setelah hampir 5 bulan perang berkecamuk, kemampuan rudal Teheran terbukti tetap sangat mematikan.

img_title Sesumbar, Trump Sebut Nasib Perang Iran Akan Ditentukan dalam 48 Jam

Tragedi baru-baru ini memperjelas hal tersebut, di mana dua anggota militer AS tewas di Yordania akibat serangan gabungan rudal balistik dan drone negara tersebut.

Kenyataan ini membongkar klaim sebelumnya yang menyebut militer Iran telah hancur total dan hanya menyisakan sedikit rudal saja, tapi fakta di lapangan berbicara sebaliknya. 

Kota rudal bawah tanah Iran

Photo :
  • Generated by Gemini AI

Republik Islam diyakini telah menyembunyikan mayoritas amunisinya di pangkalan bawah tanah yang dalam serta memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memindahkan peralatannya.

Para pejabat AS mencatat, rudal balistik yang kini diluncurkan Teheran tampil lebih cepat dan mampu bermanuver lincah saat meluncur menuju sasaran. 

Ini adalah cerminan dari militer yang terus beradaptasi, bukan militer yang runtuh. Banyak pihak pun menuding keterlibatan Rusia.

Saat ditanya dalam sidang senat apakah Moskow membantu Teheran, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Denke menjawab kemungkinan tersebut.

Meski Washington belum menyatakan secara terbuka apakah serangan mematikan di Yordania melibatkan bantuan Rusia, hubungan Moskow dan Teheran kini berada di bawah pengawasan ekstra ketat. 

Melansir analisis dari Times of India, Teheran rupanya telah mengubah total doktrin serangannya demi menembus perisai udara Amerika Serikat. 

Jika sebelumnya mengandalkan gelombang serangan besar-besaran, kini Teheran menerapkan strategi efisiensi tinggi. 

Mereka menembakkan salvo yang lebih kecil, namun sangat tepat waktu.

Rudal-rudal ini diluncurkan dari posisi bergerak yang tersembunyi jauh di dalam wilayah daratan Iran dengan mengandalkan rudal jarak jauh berteknologi tinggi. 

Halaman Selanjutnya
img_title