Gencatan Senjata Runtuh, Serangan Iran Bikin AS Rugi Besar
- siap.viva/AI
Namun berdasarkan data Defense Casualty Analysis System (DCAS), sebanyak 413 personel militer Amerika Serikat tercatat mengalami luka-luka sejak konflik dengan Iran meningkat.
Pada pembaruan data lain di situs DCAS, jumlah korban luka bahkan tercatat mencapai 427 personel dan belum memasukkan tambahan korban sepanjang Juli 2026.
Secara keseluruhan, sedikitnya 14 prajurit Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia sejak konflik kembali memanas.
Menanggapi bertambahnya korban jiwa, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam apabila kembali ada tentara Amerika yang menjadi korban.
Trump menyatakan setiap serangan yang menewaskan personel militer Amerika akan dibalas dengan tindakan yang jauh lebih besar.
Ia juga mengungkapkan telah memberikan instruksi langsung kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, serta jajaran pimpinan militer Amerika Serikat lainnya untuk mengambil langkah yang diperlukan.
Sementara itu, Gedung Putih menginformasikan bahwa Presiden Donald Trump dijadwalkan menghadiri prosesi penghormatan dan pemulangan jenazah para prajurit Amerika Serikat yang gugur dalam konflik tersebut.