Iran Kirim Pesan Keras ke Amerika, Timur Tengah Kembali di Ambang Konflik Besar

Ilustrasi serangan Iran yang membuat Amerika Serikat kewalahan.
Sumber :
  • siap.viva/AI

Gangguan terhadap fasilitas tersebut diklaim akan berdampak besar terhadap kemampuan logistik dan operasi militer Amerika Serikat di kawasan.

img_title Iran Dapat 'Pelajaran Mahal' dari AS dan Israel, Hasilnya Wajib Diwaspadai Lawan

Sementara itu, Pangkalan Udara Ali Al-Salem disebut memiliki peran strategis sebagai pusat transportasi udara dan gerbang utama pengerahan pasukan Amerika Serikat ke Asia Barat.

Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa operasi militer yang mereka jalankan bertujuan mempertahankan identitas nasional, sejarah bangsa, serta rakyat Iran yang berpegang teguh pada ajaran Islam.

img_title AS Kehilangan Aset Canggih di Hormuz, Iran Ungkap Klaim Mengejutkan

"Tidak melakukan penindasan maupun tunduk pada penindasan."

Di sisi lain, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, kembali memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi baru dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons yang lebih menghancurkan.

img_title Trump Siapkan Narasi Akhir Perang Iran, Selat Hormuz Masih Jadi Titik Panas

Dalam pesannya, Abdollahi juga menegaskan kembali kesetiaan Angkatan Bersenjata Iran kepada Pemimpin Revolusi Islam dan menyebut Washington sebagai "Setan Besar".

"Kami sekali lagi menyatakan kesetiaan kami kepada Pemimpin Revolusi Islam yang bijaksana dan arif, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, serta menegaskan kembali komitmen kami untuk menjunjung tinggi panduannya yang jelas dan mencerahkan dalam menjaga cita-cita Revolusi, juga persatuan suci dan kohesi nasional rakyat Iran, sebagai prinsip utama Angkatan Bersenjata."

"Bertindak sesuai dengan arahan dan panduan Pemimpin kami, kami juga mengingatkan Setan Besar serta musuh Amerika yang kriminal, bermuka dua, dan penuh tipu daya bahwa setiap tindakan yang didasari keserakahan, paksaan, ambisi hegemoni, atau kebrutalan akan dibalas dengan respons tegas dan menghancurkan dari para prajurit Angkatan Bersenjata yang setia, berani, dan tangguh," tambahnya.

"Kami akan membebankan biaya yang jauh lebih besar kepada mereka dibandingkan dengan kerugian yang mereka alami selama perang kedua dan ketiga yang dipaksakan terhadap kami," ujarnya, merujuk pada dua gelombang agresi besar-besaran Amerika-Israel terhadap Republik Islam tersebut.

Menutup pernyataannya, Abdollahi menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional.

Ia menilai Amerika Serikat kini berupaya melemahkan kohesi internal Iran setelah dinilai gagal mencapai tujuan di medan pertempuran.

"Oleh karena itu, menghadapi konspirasi jahat ini dan mematahkan segala harapan musuh untuk meraih keberhasilan merupakan kewajiban mendasar bagi semua pihak," tegasnya.