AS Naikkan Intensitas Serangan, Radar hingga Logistik Militer Iran Jadi Sasaran?

Ilustrasi perang Iran vs Amerika Serikat
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus mengalami eskalasi setelah Washington kembali melancarkan serangan udara besar-besaran yang menyasar berbagai fasilitas militer strategis milik Teheran.

img_title Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Operasi terbaru tersebut menandai meningkatnya intensitas konfrontasi yang kini berfokus pada penghancuran kemampuan pertahanan dan logistik Iran.

Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer itu ditujukan untuk melemahkan kekuatan tempur Iran melalui serangan presisi terhadap sejumlah target penting.

img_title Amerika Tak Lagi Punya Harga Diri, Legislator Iran Sebut Trump Cuma Diplomasi Teater

Dalam misi tersebut, militer AS mengerahkan jet tempur, pesawat nirawak (drone), hingga kapal perang untuk menggempur berbagai instalasi militer.

"Pasukan AS, termasuk jet tempur, drone udara, dan kapal perang, meluncurkan amunisi presisi yang menghantam puluhan target militer Iran seperti situs pengawasan pantai dan pertahanan udara, infrastruktur logistik militer, dan kemampuan maritim," begitu pernyataan CENTCOM, dikutip dari Al Jazeera.

img_title Tak Sudi Amerika Desak Iran Berunding, Israel Ancam Serang Teheran Secara Brutal

Serangan tersebut mencerminkan upaya Washington untuk terus menekan kemampuan militer Iran di kawasan sekaligus mempersempit ruang gerak pasukan Teheran.

Menurut CENTCOM, sejumlah fasilitas penting seperti radar pantai, sistem pertahanan udara, hingga infrastruktur logistik militer menjadi sasaran utama operasi tersebut.

Kerusakan pada fasilitas-fasilitas itu disebut berdampak terhadap kemampuan pertahanan Iran, khususnya di wilayah pesisir.

Berdasarkan laporan yang dirilis, operasi udara ini merupakan bagian dari kampanye militer yang telah berlangsung selama hampir sepekan.

"Ini adalah malam keenam berturut-turut serangan AS terhadap Iran."

Pemerintah Amerika Serikat menyebut operasi tersebut dijalankan atas instruksi langsung Presiden Donald Trump.

Washington menegaskan langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap berbagai insiden yang dinilai mengancam keamanan kawasan, terutama gangguan terhadap jalur pelayaran komersial internasional.

"Atas arahan Panglima Tertinggi [Presiden AS Donald Trump], CENTCOM semakin menurunkan kemampuan militer Iran dan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan baru-baru ini terhadap pengapalan komersial."

Menurut pihak Amerika, meningkatnya ketegangan berawal dari serangkaian serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di jalur pelayaran strategis.

Washington menuding Teheran berada di balik berbagai aksi yang mengganggu keamanan pelayaran tersebut.

Sebagai respons, Pentagon terus memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan menambah armada tempur dan personel di sejumlah titik strategis.

Halaman Selanjutnya
img_title