Babak Baru Perang AS-Iran Jilid 2, Selat Hormuz Membara, Operasi Militer Makin Meluas dan Mengerikan?
- Istimewa
Kondisi ini meningkatkan tekanan politik bagi Presiden AS Donald Trump menjelang pemilu Kongres pada November mendatang.
Ancaman Operasi Militer yang Meluas Presiden Trump sebelumnya telah mengancam akan meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap infrastruktur Iran, bahkan tidak menutup kemungkinan melakukan operasi darat di wilayah pesisir serta pulau-pulau Iran.
Para pejabat AS menyebut operasi di selatan Iran ini dirancang untuk memberi lebih banyak opsi militer bagi Gedung Putih.
Namun, strategi ini berisiko memicu serangan balasan yang lebih fatal dari Iran maupun sekutunya di Yaman.
Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memberikan peringatan keras kepada Washington.
"Jika serangan Amerika Serikat terus berlanjut selama beberapa hari lagi, kami akan memasuki fase operasi ofensif berskala penuh," kata Rezaei, seorang mantan komandan tertinggi Garda Revolusi Iran.
Malam Ketujuh Serangan Udara CENTCOM
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa sasaran operasinya meliputi "infrastruktur logistik militer". Ini adalah kali pertama istilah "infrastruktur" digunakan dalam rilis resmi mereka pekan ini.
CENTCOM menyatakan telah menggempur Iran untuk malam ketujuh berturut-turut, dimulai pukul 15.00 EDT atau sekitar 22.30 waktu Teheran.
"Serangan-serangan ini dirancang untuk terus melemahkan kemampuan militer Iran atas arahan Panglima Tertinggi," tulis CENTCOM melalui akun X.
Pascaserangan tersebut, rentetan ledakan dilaporkan terjadi di Sirik, Ahvaz, dan Yazd. Kantor berita Mehr menyebutkan tidak ada korban jiwa di luar Kota Yazd yang berjarak 600 kilometer dari Teheran.
Namun, media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya lima jembatan di wilayah selatan hancur. Tujuh orang dinyatakan tewas dalam serangan di kota pelabuhan Bandar Khamir, yang juga menghantam stasiun kereta api setempat.
Bandara di Iranshahr, dekat perbatasan Pakistan, turut menjadi sasaran. Video yang diverifikasi Reuters memperlihatkan puing-puing kendaraan dan jembatan yang ambruk di Bandar Khamir.
Balasan Sengit Iran di Kawasan Teluk Iran membalas dengan menyerang negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS, termasuk Bahrain, Qatar, dan Kuwait, serta menargetkan kapal militer AS di utara Samudra Hindia.
Garda Revolusi mengklaim telah menghancurkan gudang penyimpanan drone AS dan pusat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) utama di Bahrain menggunakan rudal balistik.