Setelah 7 Hari Digempur, Respons Iran Justru Bikin Amerika Wajib Waspada
- Moslem Daneshzadeh on Unsplash
“Serangan efektif dan tepat sasaran kami dari seluruh Iran terhadap musuh akan terus berlanjut hingga ketenangan kembali ke garis pantai selatan dan Selat Hormuz," sambungnya.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah IRGC mengumumkan dimulainya gelombang ke-15 Operasi Nasr-2.
Menurut Mousavi, Angkatan Udara IRGC telah melaksanakan serangan balasan besar-besaran terhadap Pangkalan Udara Al Udeid milik Amerika Serikat di Qatar.
Iran mengklaim operasi tersebut berhasil menghancurkan sistem radar jarak jauh, merusak sejumlah pesawat pengisian bahan bakar udara, serta menimbulkan kerusakan pada aset strategis lainnya.
IRGC juga mengingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap warga sipil maupun infrastruktur Iran akan dibalas dengan kekuatan yang lebih besar.
Operasi Nasr-2 merupakan bagian dari kampanye balasan Iran setelah serangan udara Amerika Serikat terhadap wilayah Republik Islam.
Sebelumnya, gelombang operasi yang sama juga menyasar berbagai fasilitas militer Amerika Serikat di Suriah, Kuwait, Oman, dan Yordania.
Dalam pernyataan sebelumnya, IRGC menyebut operasi itu telah menargetkan pusat komando, instalasi radar, sistem pertahanan rudal, fasilitas logistik, hingga pesawat militer Amerika di berbagai kawasan.
Iran juga mengklaim pernah melancarkan serangan mendadak ke sejumlah pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Salah satu target utama ketika itu adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar yang disebut mengalami kerusakan pada sistem radar jarak jauh dan sejumlah pesawat pengisian bahan bakar strategis.
"Musuh Amerika dan tuan rumah pangkalannya di wilayah itu harus tahu bahwa melintasi garis merah dan menyerang warga sipil dan infrastruktur non-militer akan datang dengan harga yang sangat mahal," bunyi keterangan yang dikutip dari kantor berita IRNA pada Jumat, 17 Juli 2026.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran juga menegaskan setiap serangan lanjutan terhadap infrastruktur negaranya akan dibalas dengan aksi militer yang lebih besar.
Konflik kembali memanas setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang sempat dicapai pada bulan lalu dinyatakan runtuh.
Sejak itu, perang berkembang menjadi konflik terbuka yang melibatkan sejumlah negara di kawasan Teluk.