Tak Lagi Basa-basi, Iran Umumkan Serangan ke AS Akan Terus Berlanjut
- Istimewa
Iran mengklaim berhasil menghancurkan radar jarak jauh milik Amerika Serikat serta merusak sejumlah pesawat pengisian bahan bakar strategis yang berada di pangkalan tersebut.
"Musuh Amerika dan tuan rumah pangkalannya di wilayah itu harus tahu bahwa melintasi garis merah dan menyerang warga sipil dan infrastruktur non-militer akan datang dengan harga yang sangat mahal," bunyi keterangan yang dikutip dari kantor berita IRNA pada Jumat, 17 Juli 2026.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran juga menegaskan setiap serangan lanjutan terhadap infrastruktur negaranya akan dibalas dengan aksi militer yang lebih menghancurkan.
Situasi di Timur Tengah terus memanas setelah kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang sempat tercapai pada bulan lalu akhirnya runtuh.
Konflik kini berkembang menjadi perang terbuka yang melibatkan sejumlah negara di kawasan Teluk.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) diketahui terus melancarkan serangan udara ke berbagai fasilitas strategis Iran.
Jet tempur, drone, hingga kapal perang Amerika menggempur pangkalan rudal, pusat komando, sistem pertahanan udara, bandara, jembatan, dan sejumlah fasilitas penting di wilayah pesisir selatan Iran.
Media lokal Press TV melaporkan serangan tersebut juga berdampak pada kawasan sekitar rumah sakit kanker anak di Iran serta menyebabkan puluhan korban sipil sepanjang Juli.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Qatar, Suriah, dan Yordania.
Tidak hanya itu, serangan juga diarahkan ke sejumlah aset militer negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk Kuwait dan Bahrain.
Rangkaian aksi saling serang tersebut turut memperbesar ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran dan distribusi energi paling strategis di dunia.