400 Tentara Amerika Terluka Akibat Balasan Iran, Trump Ajak Berunding Lagi
- Istimewa
Hal itu menyatakan bahwa Teheran sedang berada dalam posisi "perang eksistensial" melawan blok Barat.
Misi Balas Dendam
Ketegangan di kawasan Teluk saat ini berada di tingkat tertinggi, akibat aksi saling serang antara Republik Islam Iran melawan Amerika Serikat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran global akan perluasan skala perang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan, serta jalur logistik internasional.
Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone) secara masif ke berbagai pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Serangan balasan ini diluncurkan menyusul runtuhnya kesepakatan gencatan senjata dan serangan udara hebat oleh militer AS ke wilayah Iran sebelumnya.
Teheran dilaporkan telah melancarkan serangan ke pangkalan terbesar AS di kawasan Teluk.
Kombinasi rudal balistik Iran siaga hadapi AS
- Istimewa
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengonfirmasi bahwa salah satu target utama mereka adalah Al-Udeid di Qatar.
Itu merupakan pangkalan militer terbesar milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, gelombang rudal juga menyasar fasilitas militer dan logistik AS di Kuwait (seperti Camp Arifjan dan Ali Al Salem), Bahrain (Markas Armada Kelima), serta pangkalan udara di Yordania dan Arab Saudi.
Serangan menggunakan drone bunuh diri Shahed-136 dan rudal balistik dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan dan menghantam sejumlah titik strategis.
Kerusakan mencakup pusat komunikasi satelit, depot amunisi, sistem pertahanan udara Patriot, gudang logistik, serta fasilitas radar militer AS.
IRGC mengerahkan beragam jenis rudal balistik presisi berbahan bakar padat maupun cair dalam operasi ini, termasuk jenis Khyber Shekan, Zulfiqar, Sajil, Emad, Qadr, dan Fateh-110.