400 Tentara Amerika Terluka Akibat Balasan Iran, Trump Ajak Berunding Lagi
- Istimewa
Siap – Sebanyak 400 lebih tentara Amerika Serikat dilaporkan terluka akibat serangan balasan Republik Islam Iran.
Selain itu, serangan Teheran, Iran juga telah menewaskan 13 prajurit AS.
Komando Pusat AS atau (CENTCOM) mengonfirmasi, bahwa sebagian besar prajurit mengalami luka ringan dan sekitar 90 persen di antaranya telah pulih untuk kembali bertugas.
CENTCOM mencatat hampir 400 tentara AS cedera selama rangkaian Operasi Epic Fury.
Mayoritas korban luka telah kembali ke pos masing-masing, sementara beberapa personel yang menderita luka berat masih menjalani perawatan medis intensif.
Sementara itu, media dan militer Iran sempat mengklaim angka korban yang jauh lebih tinggi, yakni menembus 500 hingga 560 tentara AS tewas atau terluka dalam serangan balasan mereka.
Namun, angka fantastis tersebut tidak dikonfirmasi oleh pihak Washington.
Serangan balasan Iran atas Amerika Serikat
- Istimewa
Sebagaimana diketahui, konflik AS dan Republik Islam kembali memanas setelah Washington melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran ke wilayah pedalaman Iran.
Di antaranya seperti Hormozgan dan Bushehr. AS melancarkan serangan guna melumpuhkan infrastruktur rudal, drone, dan situs radar Teheran.
Langkah ini diambil Washington sebagai balasan atas tindakan Teheran yang mengganggu jalur kapal komersial di Selat Hormuz.
Serangan itu direspon pasukan elit Republik Islam, yakni Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Mereka membalas dengan menghujani berbagai pangkalan militer dan pusat komando AS di Timur Tengah menggunakan rudal balistik dan drone kamikaze.
Adapun fasilitas militer AS yang menjadi target serangan balasan tersebar di beberapa negara tetangga, termasuk Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania, Pangkalan Udara Al-Sakhir di Bahrain, serta fasilitas militer di Kuwait, Qatar, dan Oman.
Meskipun militer Yordania dan sistem pertahanan udara sekutu berhasil mencegat sebagian besar proyektil, beberapa rudal tetap menembus pertahanan dan menyebabkan kerusakan fasilitas serta melukai personel militer yang berjaga.
Di tengah situasi yang membara ini, Gedung Putih menyatakan Presiden Donald Trump tetap membuka peluang diplomasi jika Teheran bersedia kembali ke meja perundingan.
Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh Teheran.
Pejabat tinggi di Teheran menegaskan tidak ada ruang untuk negosiasi saat ini.