Misi Balas Dendam, Kombinasi Rudal Raksasa Iran Hantam Markas Terbesar AS di Kawasan Teluk
- Istimewa
Di antaranya situs pengawasan radar, infrastruktur logistik militer, gudang penyimpanan senjata bawah tanah, serta kemampuan maritim Iran.
Serangan udara malam berturut-turut ini mengandalkan jet tempur, drone, kapal perang, serta pengerahan belasan kapal perang tambahan (termasuk dua kapal induk) di Laut Arab.
Dikutip dari berbagai sumber, serangan Washington telah menyebabkan ledakan besar, mengguncang kawasan pesisir dan pedalaman Iran.
Guncangan ini termasuk di Bandar Abbas, Bushehr, Konarak, Pulau Qeshm, Bandar e Khamir, dan Iranshahr.
Otoritas setempat melaporkan serangan ini menimbulkan korban jiwa, termasuk gugurnya 7 tentara Angkatan Darat dari Brigade Iranshahr ke-388 serta puluhan warga sipil.
Balasan Republik Islam
Sebagai bentuk protes atas pelanggaran gencatan senjata, Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone kamikaze ke pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Teluk, seperti di Kuwait dan Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC memastikan, bahwa serangan militer terhadap Amerika Serikat akan terus berlanjut.
Pernyataan itu ditegaskan langsung oleh Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi.
Ia bersumpah, serangan presisi Iran terhadap musuh akan terus berlanjut hingga keamanan dipulihkan di sepanjang garis pantai selatan negara itu dan Selat Hormuz.
“Dalam perhitungan strategis kami, daratan adalah daratan, dari Teheran hingga selatan, seluruh Iran adalah satu kesatuan yang terintegrasi,” katanya dikutip dari TasnimNews pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Serangan mendadak Iran lawan Amerika
- Istimewa
“Serangan efektif dan tepat sasaran kami dari seluruh Iran terhadap musuh akan terus berlanjut hingga ketenangan kembali ke garis pantai selatan dan Selat Hormuz," sambungnya.
Pernyataannya muncul setelah IRGC mengumumkan gelombang ke-15 Operasi Nasr-2.
Brigjen Mousavi juga mengatakan, bahwa Angkatan Udaranya telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar.
IRGC mencatat bahwa operasi tersebut menghancurkan sistem radar jarak jauh dan beberapa pesawat pengisian bahan bakar udara AS serta merusak aset strategis tambahan.
IRGC memperingatkan, bahwa serangan lebih lanjut terhadap warga sipil dan infrastruktur Republik Islam akan dibalas dengan respons yang lebih kuat.