Misi Balas Dendam, Kombinasi Rudal Raksasa Iran Hantam Markas Terbesar AS di Kawasan Teluk
- Istimewa
Siap – Ketegangan di kawasan Teluk saat ini berada di tingkat tertinggi, akibat aksi saling serang antara Republik Islam Iran melawan Amerika Serikat.
Kondisi ini memicu kekhawatiran global akan perluasan skala perang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan, serta jalur logistik internasional.
Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan pesawat tanpa awak (drone) secara masif ke berbagai pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Serangan balasan ini diluncurkan menyusul runtuhnya kesepakatan gencatan senjata dan serangan udara hebat oleh militer AS ke wilayah Iran sebelumnya.
Teheran dilaporkan telah melancarkan serangan ke pangkalan terbesar AS di kawasan Teluk.
Serangan balasan Iran atas Amerika Serikat
- Istimewa
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengonfirmasi bahwa salah satu target utama mereka adalah Al-Udeid di Qatar.
Itu merupakan pangkalan militer terbesar milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, gelombang rudal juga menyasar fasilitas militer dan logistik AS di Kuwait (seperti Camp Arifjan dan Ali Al Salem), Bahrain (Markas Armada Kelima), serta pangkalan udara di Yordania dan Arab Saudi.
Serangan menggunakan drone bunuh diri Shahed-136 dan rudal balistik dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan dan menghantam sejumlah titik strategis.
Kerusakan mencakup pusat komunikasi satelit, depot amunisi, sistem pertahanan udara Patriot, gudang logistik, serta fasilitas radar militer AS.
IRGC mengerahkan beragam jenis rudal balistik presisi berbahan bakar padat maupun cair dalam operasi ini, termasuk jenis Khyber Shekan, Zulfiqar, Sajil, Emad, Qadr, dan Fateh-110.
Serangan 7 Malam
Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan secara beruntun ke wilayah Republik Islam Iran.
Agresi militer itu menghancurkan sejumlah aset penting.
Setelah tujuh hari menggempur, AS dikabarkan resmi mengakhiri operasi militer lewat serangan udara.
Hal itu diumumkan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM pada Jumat, 17 Juli 2026 malam pukul 21.30 waktu setempat.
Operasi yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump ini diluncurkan sejak 8 Juli 2026 sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Dalam serangan berturut-turut itu, pasukan AS menggempur puluhan infrastruktur strategis.