Serangan 7 Malam Berturut-turut AS Berakhir, Iran Siapkan Misi Balas Dendam
- Istimewa
Pernyataannya muncul setelah IRGC mengumumkan gelombang ke-15 Operasi Nasr-2.
Brigjen Mousavi juga mengatakan, bahwa Angkatan Udaranya telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar.
IRGC mencatat bahwa operasi tersebut menghancurkan sistem radar jarak jauh dan beberapa pesawat pengisian bahan bakar udara AS serta merusak aset strategis tambahan.
IRGC memperingatkan, bahwa serangan lebih lanjut terhadap warga sipil dan infrastruktur Republik Islam akan dibalas dengan respons yang lebih kuat.
Serangan itu menandai fase terbaru dari Operasi Nasr-2, sebuah kampanye operasi pembalasan yang meluas yang diluncurkan setelah serangan AS baru-baru ini terhadap Republik Islam.
Gelombang sebelumnya menargetkan fasilitas militer AS di Suriah, Kuwait, Oman, dan Yordania.
Menurut pernyataan IRGC sebelumnya, operasi tersebut telah menyerang pusat komando, instalasi radar, sistem pertahanan rudal, fasilitas logistik, dan pesawat militer di seluruh wilayah sebagai tanggapan terhadap agresi Washington terhadap Teheran.
IRGC Ngamuk
Sebelumnya IRGC juga melancarkan serangan mendadak besar-besaran terhadap sejumlah markas Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk.
Adapun pengumuman tersebut disampaikan dalam sejumlah laporan yang dimuat media baru-baru ini.
Serangan IRGC itu menargetkan Pangkalan Udara AS 'Al Udeid' di Qatar.
Kemudian menghancurkan sistem radar jarak jauh.
Bahkan beberapa pesawat pengisian bahan bakar strategis AS juga telah hancur dan beberapa lainnya telah rusak parah.
"Musuh Amerika dan tuan rumah pangkalannya di wilayah itu harus tahu bahwa melintasi garis merah dan menyerang warga sipil dan infrastruktur non-militer akan datang dengan harga yang sangat mahal," bunyi keterangan yang dikutip dari kantor berita IRNA pada Jumat, 17 Juli 2026.
Rudal Qader Iran serang pangkalan militer Amerika Serikat
- Istimewa
Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran telah memperingatkan, bahwa setiap serangan baru oleh AS terhadap infrastruktur Iran akan memicu tanggapan yang sangat menghancurkan.
Jual Beli Serangan
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Republik Islam Iran kembali pecah usai kesepakatan gencatan senjata yang sempat disepakati bulan lalu resmi runtuh.
Konflik ini kini meluas menjadi perang terbuka yang menyeret sejumlah negara di kawasan Teluk.