Serangan 7 Malam Berturut-turut AS Berakhir, Iran Siapkan Misi Balas Dendam
- Istimewa
Siap – Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan secara beruntun ke wilayah Republik Islam Iran. Agresi militer itu menghancurkan sejumlah aset penting.
Setelah tujuh hari menggempur, AS dikabarkan resmi mengakhiri operasi militer lewat serangan udara.
Hal itu diumumkan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM pada Jumat, 17 Juli 2026 malam pukul 21.30 waktu setempat.
Operasi yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump ini diluncurkan sejak 8 Juli 2026 sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Dalam serangan berturut-turut itu, pasukan AS menggempur puluhan infrastruktur strategis.
Di antaranya situs pengawasan radar, infrastruktur logistik militer, gudang penyimpanan senjata bawah tanah, serta kemampuan maritim Iran.
Serangan udara malam berturut-turut ini mengandalkan jet tempur, drone, kapal perang, serta pengerahan belasan kapal perang tambahan (termasuk dua kapal induk) di Laut Arab.
Rudal IRGC Iran siap hadapi AS
- Istimewa
Dikutip dari berbagai sumber, serangan Washington telah menyebabkan ledakan besar, mengguncang kawasan pesisir dan pedalaman Iran.
Guncangan ini termasuk di Bandar Abbas, Bushehr, Konarak, Pulau Qeshm, Bandar e Khamir, dan Iranshahr.
Otoritas setempat melaporkan serangan ini menimbulkan korban jiwa, termasuk gugurnya 7 tentara Angkatan Darat dari Brigade Iranshahr ke-388 serta puluhan warga sipil.
Balasan Republik Islam
Sebagai bentuk protes atas pelanggaran gencatan senjata, Iran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone kamikaze ke pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Teluk, seperti di Kuwait dan Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC memastikan, bahwa serangan militer terhadap Amerika Serikat akan terus berlanjut.
Pernyataan itu ditegaskan langsung oleh Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi.
Ia bersumpah, serangan presisi Iran terhadap musuh akan terus berlanjut hingga keamanan dipulihkan di sepanjang garis pantai selatan negara itu dan Selat Hormuz.
“Dalam perhitungan strategis kami, daratan adalah daratan, dari Teheran hingga selatan, seluruh Iran adalah satu kesatuan yang terintegrasi,” katanya dikutip dari TasnimNews pada Sabtu, 18 Juli 2026.
“Serangan efektif dan tepat sasaran kami dari seluruh Iran terhadap musuh akan terus berlanjut hingga ketenangan kembali ke garis pantai selatan dan Selat Hormuz," sambungnya.