Jenderal IRGC Bersumpah Serangan Iran Takan Berhenti Sampai AS Diam
- Istimewa
Siap – Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC memastikan, bahwa serangan militer terhadap Amerika Serikat akan terus berlanjut.
Pernyataan itu ditegaskan langsung oleh Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Majid Mousavi.
Ia bersumpah, serangan presisi Iran terhadap musuh akan terus berlanjut hingga keamanan dipulihkan di sepanjang garis pantai selatan negara itu dan Selat Hormuz.
“Dalam perhitungan strategis kami, daratan adalah daratan, dari Teheran hingga selatan, seluruh Iran adalah satu kesatuan yang terintegrasi,” katanya dikutip dari TasnimNews pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Serangan mendadak Iran lawan Amerika
- Istimewa
“Serangan efektif dan tepat sasaran kami dari seluruh Iran terhadap musuh akan terus berlanjut hingga ketenangan kembali ke garis pantai selatan dan Selat Hormuz," sambungnya.
Pernyataannya muncul setelah IRGC mengumumkan gelombang ke-15 Operasi Nasr-2.
Brigjen Mousavi juga mengatakan, bahwa Angkatan Udaranya telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar.
IRGC mencatat bahwa operasi tersebut menghancurkan sistem radar jarak jauh dan beberapa pesawat pengisian bahan bakar udara AS serta merusak aset strategis tambahan.
IRGC memperingatkan, bahwa serangan lebih lanjut terhadap warga sipil dan infrastruktur Republik Islam akan dibalas dengan respons yang lebih kuat.
Serangan itu menandai fase terbaru dari Operasi Nasr-2, sebuah kampanye operasi pembalasan yang meluas yang diluncurkan setelah serangan AS baru-baru ini terhadap Republik Islam.
Gelombang sebelumnya menargetkan fasilitas militer AS di Suriah, Kuwait, Oman, dan Yordania.
Menurut pernyataan IRGC sebelumnya, operasi tersebut telah menyerang pusat komando, instalasi radar, sistem pertahanan rudal, fasilitas logistik, dan pesawat militer di seluruh wilayah sebagai tanggapan terhadap agresi Washington terhadap Teheran.
IRGC Ngamuk
Sebelumnya IRGC juga melancarkan serangan mendadak besar-besaran terhadap sejumlah markas Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk.
Adapun pengumuman tersebut disampaikan dalam sejumlah laporan yang dimuat media baru-baru ini.
Serangan IRGC itu menargetkan Pangkalan Udara AS 'Al Udeid' di Qatar.
Kemudian menghancurkan sistem radar jarak jauh.
Bahkan beberapa pesawat pengisian bahan bakar strategis AS juga telah hancur dan beberapa lainnya telah rusak parah.