Siswa SMA Cahaya Rancamaya Harumkan Indonesia di Ajang GENIUS Olympiad 2026
- Istimewa
Rasa gugup yang muncul pada awal presentasi perlahan berubah menjadi kepercayaan diri ketika keduanya mulai menjawab pertanyaan dengan argumentasi ilmiah.
“Pada awalnya kami merasa sangat bersemangat sekaligus sedikit gugup. Namun, setelah mulai menjelaskan penelitian dan menjawab pertanyaan para juri dengan argumentasi ilmiah, rasa percaya diri kami semakin meningkat,” kata Emir dan Arvin.
Ia menilai hal paling membanggakan bukan hanya medali yang berhasil diraih, tetapi juga kemampuan siswa dalam berpikir kritis, melaksanakan penelitian secara ilmiah, dan mempertahankan hasil riset di hadapan para ilmuwan serta juri internasional.
“Yang paling membanggakan bukan hanya medali yang diraih, tetapi bagaimana para siswa mampu berpikir kritis, melakukan penelitian secara ilmiah, serta mempertahankan hasil riset mereka di hadapan para ilmuwan dan juri internasional. Inilah kompetensi yang dibutuhkan generasi masa depan,” tuturnya.
Kepala SMA Cahaya Rancamaya, Sandra Susanto, berpesan agar keempat siswa tidak berhenti berkarya setelah memperoleh penghargaan di Houston. Menurutnya, medali dan penghargaan merupakan awal dari perjalanan panjang para siswa sebagai ilmuwan muda yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan dunia.
"Keberhasilan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen SMA Cahaya Rancamaya dalam membangun budaya penelitian sejak jenjang sekolah menengah," kata Sandra Susanto.
Budaya tersebut dikembangkan melalui pembelajaran berbasis proyek, penguatan literasi sains, serta pembinaan olimpiade dan penelitian secara berkelanjutan.
Sebagai salah satu Sekolah Garuda Transformasi yang dipercaya pemerintah, CRIBS terus mendorong lahirnya generasi muda Indonesia yang mempunyai daya saing global, kemampuan berpikir kritis, serta karakter kuat untuk menghadapi tantangan abad ke-21.