Siswa SMA Cahaya Rancamaya Harumkan Indonesia di Ajang GENIUS Olympiad 2026

Siswa Cahaya Rancamaya Harumkan Indonesia di Ajang GENIUS Olympiad
Sumber :
  • Istimewa

Mereka mempresentasikan penelitian berjudul “Integration of Chlorella sp. – Bacillus subtilis as a Bioremediation Technology for Chicken Slaughterhouse Liquid Waste.”

img_title AS Kehilangan Aset Canggih di Hormuz, Iran Ungkap Klaim Mengejutkan

Penelitian Emir dan Arvin menawarkan solusi bioteknologi untuk mengolah limbah cair rumah potong ayam dengan mengintegrasikan mikroalga Chlorella sp. dan bakteri Bacillus subtilis.

Integrasi kedua mikroorganisme tersebut dikembangkan sebagai teknologi bioremediasi yang lebih ramah lingkungan. 

img_title Jelang Duel Persija vs Persib, Jakmania Depok Janji Jaga Perdamaian

Berkat kualitas riset dan presentasi yang ditampilkan, Emir dan Arvin berhasil masuk dalam jajaran Finalist kategori Ecology and Biodiversity.

Keberhasilan keempat siswa tersebut diraih melalui proses penilaian yang ketat. 

img_title Strategi Djarum Bikin Como Jadi Klub Mewah di Italia: Begini Kejeniusan Hartono Saingi Bos Manchester City

Setiap proyek pada babak final dinilai secara langsung oleh empat hingga sepuluh juri internasional.

Sebelum memasuki tahap final, kualitas ilmiah dan ketelitian penelitian peserta terlebih dahulu dinilai oleh tiga hingga enam reviewer. 

Sistem penilaian GENIUS Olympiad menggunakan proses normalisasi skor untuk memberikan penilaian yang adil kepada seluruh peserta, terlepas dari perbedaan karakteristik setiap juri.

Para peserta tidak hanya dinilai berdasarkan kualitas penelitian.

Mereka juga harus menjalani presentasi ilmiah dan wawancara mendalam mengenai metodologi, hasil penelitian, serta pemahaman terhadap topik yang diangkat.

Nadhim dan Valkean mengatakan latihan presentasi menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka dalam menghadapi penjurian.

“Kami berlatih berkali-kali sebelum sesi penjurian. Kami membagi setiap bagian presentasi, memprediksi berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan juri, kemudian berlatih menjawabnya,” ujar keduanya.

Kompetisi di Houston juga memberikan pengalaman berharga bagi para siswa karena menjadi ajang internasional pertama yang mereka ikuti secara langsung di luar negeri. 

Nadhim dan Valkean mengaku sempat merasa gugup menjelang sesi penjurian.

Namun, sikap komunikatif para juri membuat mereka semakin percaya diri dalam menjelaskan hasil penelitian.

“Sebelum berangkat ke Amerika, kami sangat bersemangat karena ini merupakan pengalaman pertama mengikuti kompetisi di luar negeri. Ketika hari penjurian tiba, kami sempat merasa gugup, tetapi para juri sangat komunikatif sehingga kami dapat menjelaskan penelitian dengan lebih tenang dan percaya diri,” ungkap mereka.

Pengalaman serupa dirasakan Emir dan Arvin dalam ajang GENIUS Olympiad tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title