Siswa SMA Cahaya Rancamaya Harumkan Indonesia di Ajang GENIUS Olympiad 2026

Siswa Cahaya Rancamaya Harumkan Indonesia di Ajang GENIUS Olympiad
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang kompetisi GENIUS Olympiad 2026.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Kali ini, prestasi itu dipersembahkan oleh empat siswa SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School (CRIBS), Bogor.

Kompetisi skala internasional itu berlangsung di Houston, Amerika Serikat, pada 8–12 Juni 2026.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Dalam kompetisi riset ilmiah tingkat dunia tersebut, satu tim dari SMA Cahaya Rancamaya berhasil meraih medali perak, sedangkan satu tim lainnya menembus jajaran finalis.

GENIUS Olympiad merupakan kompetisi proyek penelitian internasional yang berfokus pada isu lingkungan hidup, keberlanjutan, inovasi, serta solusi terhadap berbagai tantangan global.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Ajang tersebut mempertemukan pelajar sekolah menengah atas terbaik dari berbagai negara dalam delapan bidang kompetisi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, SMA Cahaya Rancamaya mengirimkan dua tim yang membawa penelitian inovatif di bidang energi terbarukan dan pengolahan limbah.

Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Ari Rosandi, menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru pembimbing, serta orang tua yang telah mendukung proses penelitian hingga kompetisi.

Menurut Ari, pencapaian tersebut membuktikan bahwa pelajar Indonesia mempunyai kemampuan untuk bersaing di panggung internasional melalui penelitian yang berkualitas dan relevan dengan tantangan dunia.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing di panggung dunia melalui riset yang berkualitas dan relevan dengan tantangan global,” kata Ari dikutip pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Tim pertama terdiri atas Nadhim Muhammad Sulthan Shabir dan Valkean Ikram Permana. 

Keduanya mempresentasikan penelitian berjudul “Eco-friendly Solar Cell Fabrication Based on Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) from Black Coconut Shell and Anthocyanin Pigment from Apple Peel.”

Penelitian tersebut menawarkan inovasi pembuatan sel surya ramah lingkungan berbasis teknologi Dye-Sensitized Solar Cell atau DSSC. 

Nadhim dan Valkean memanfaatkan limbah tempurung kelapa hitam serta pigmen antosianin dari kulit apel sebagai material alternatif untuk menghasilkan teknologi energi yang lebih berkelanjutan.

Inovasi tersebut berhasil mengantarkan keduanya meraih medali perak pada kategori Resources and Energy.

Tim kedua dalam ajang GENIUS Olympiad ini beranggotakan Emir Maulana Musthofa dan Arvin Rayyan Ihsani.

Halaman Selanjutnya
img_title